Jadwal kerja yang padat, tekanan dari atasan, rekan yang tidak kooperatif biasanya memang menjadi pemicu utama emosi di tempat kerja. Belum lagi ditambah dengan sikap klien yang menyebalkan memang serasa membuat Anda ingin mencak-mencak dan berteriak di kantor. Pada situasi seperti ini tidak jarang orang yang larut dalam emosi dan tidak bisa mengendalikan amarah. Lalu, apa tips kendalikan rasa marah di kantor?

Padahal marah di tempat kerja, apapun masalahnya, bisa menjadi boomerang bagi Anda sendiri seperti skorsing, penurunan jabatan, pemindahan tempat kerja, hingga pemutusan kontrak kerja. Dampak dari amarah sesaat tersebut bisa fatal terlebih bila Anda tidak bisa mengendalikannya. Berikut ini beberapa tips untuk mengendalikan emosi dan amarah di tempat kerja.

Jangan dilawan

Biasanya saat sedang marah, pikiran akan otomatis mencari orang lain untuk disalahkan. Kalau Anda tipe orang bijak, pasti Anda akan otomatis berusaha menenangkan pikiran. Diluar semua respon tersebut, Anda harus mengakui bahwa marah adalah salah satu sifat yang dimiliki semua orang dan itu adalah hal yang normal. Saat merasa marah, sebaiknya Anda menerima luapan emosi tersebut dan jangan dilawan. Sikap ini akan membuat Anda lebih cepat tenang dan bisa berpikir lebih baik.

Tenangkan diri

Bila Anda tidak ingin menampilkan amarah di depan rekan kantor, Anda bisa memilih untuk menenangkan diri. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menenangkan diri sepeti mengambil napas panjang atau mencuci wajah. Lakukan apa saja yang bisa membuat pikiran Anda tenang.

Alihkan pikiran

Saat Anda sedang ingin marah, sebisa mungkin lakukan hal lain untuk mengalihkan perhatian Anda. Bayangkan apa yang akan terjadi pada karir Anda bila marah di kantor. Bayangkan apapun dan lakukan aktivitas yang bisa mengalihkan perhatian Anda dari rasa marah.

Ketahui penyebabnya

Tidak ada orang yang akan marah tanpa alasan yang jelas. Salah satu kunci menjaga amarah adalah dengan mencari tahu apa pemicunya. Misalnya atasan memarahi Anda, klien yang menyebalkan, rekan yang tidak kooperatif, dan lain sebagainya. Bila pemicu rasa marah Anda adalah karena rekan sekantor, sebaiknya Anda memberi jeda waktu sebelum kembali bekerja sama. Dengan begitu, Anda akan mempunyai waktu untuk menata perasaan Anda.

Mengetahui penyebab amarah bisa memberikan Anda kesempatan di lain waktu untuk menghindari penyebab yang sama. Sehingga dimasa depan Anda sudah bisa mengantisipasi bila masalah yang sama muncu lagi dan emosi tidak mudah terpancing.

Tetap jaga bicara

Saat marah, orang cenderung mengatakaan kata-kata apa saja yang terlintas dipikiran ataupun hal-hal yang sudah dipendam lama. Namun ketika Anda sudah mempu menenangkan pikiran, usahakan untuk tetap menjaga bicara Anda. Jangan sampai hanya karena emosi sesaat, Anda mengeluarkan semua kosakata umpatan, namun kemudian merasa tidak enak hati dengan atasan atau rekan kerja.

Sebaliknya Anda bisa berbicara dengan atasan, rekan, atau siapapun yang membuat Anda marah sebagaimana Anda ingin diperlakukan saat orang lain berbicara dengan Anda. Bila memang Anda sedang tidak ingin diganggu, sebaiknya katakan pada orang lain untuk memberi waktu agar Anda bisa menenangkan pikiran.

Cari solusi

Meskipun mengidentifikasi akar masalah penyebab amarah adalah hal penting, namun sebaiknya Anda tidak terlalu terpaku pada masalah. Berkutat pada masalah yang membuat Anda marah tidak akan memberikan manfaat apa-apa selain memperparah emosi dan menyita waktu Anda. Sebaiknya, setelah Anda mengetahui penyebab rasa marah, Anda mencari solusi untuk memecahkan masalah tersebut.

Daripada menampakkan emosi dan rasa marah di depan orang lain yang bisa membuat image Anda jelek, sebaiknya fokus mencari solusi atas masalah Anda. Selain itu Anda juga bisa mengambil pelajaran dari masalah-masalah yang menguras kesabaran Anda.

Tetap menerima kritik

Kritik memang membuat kuping Anda panas. Namun, tidak semua kritik adalah hal yang buruk. Kritik yang disampaikan dengan tata cara yang benar dan tidak bersifat menyudutkan bisa menjadi salah satu masukan agar Anda bisa lebih baik lagi. Siapa tahu memang ada hal yang kurang berkenan dari Anda.

Salah satu ciri orang dewasa adalah tahan mendengar kritik tanpa perlu marah-marah terlebih dahulu. Sebelum Anda mengeluarkan marah karena kritik, ada baiknya bila didengarkan dahulu dan menilai apakah kritik tersebut bermanfaat atau tidak.

Usahakan tersenyum

Cara paling efektif meredakan amarah adalah dengan tersenyum. Meskipun memang berat untuk tersenyum saat marah, tapi dengan tersenyum, hati dan pikiran Anda akan lebih cepat tenang. Hal ini karena tersenyum dan tertawa akan memicu tubuh menghasilkan hormon endorphin yang membaut Anda merasa bahagia. Bila Anda menghadapi rekan kerja atau klien yang menyebalkan atau atasan yang kaku, senyum saja. Jangan biarkan mereka mengambil alih kedamaian hati dan jiwa Anda hingga membuat Anda marah.

Membiarkan amarah mengendalikan Anda saat di kantor bukanlah hal yang baik. Anda akan mendaptkan image si tukang marah dan membuat orang lain cenderung takut dengan Anda. Bila sudah begini, hubungan dengan rekan, atasan, ataupun klien juga tidak akan harmonis dan berpotensi menyebabkan kesalahpahaman.

Mengendalikan rasa marah saat di kantor memang sulit dan jelas tidak semudah teori tertulis. Namun, kita semua sudah paham bila tidak ada hal yang mudah saat sudah memasuki dunia kerja. Tidak ada hal lain yang bisa dilakukan selain mengendalikan rasa marah dan meredam emosi. Dengan begitu karir Anda akan tetap lancar dan hubungan dengan rekan atau atasan tetap harmonis.

Nah apabila salah satu penyebab dari rasa amarah Anda adalah lingkungan pekerjaan, mungkin saatnya untuk mencari kantor yang baru. Cari kesempatan berkarirmu selanjutnya di Urbanhire dan jangan lupa lengkapi profilmu dulu ya!