Urbanhire – Kalian baru saja lulus kuliah? Jika iya, langkah berikutnya yang ada di benak kalian biasanya mencari pekerjaan baru. Bahkan keinginan melamar ke perusahaan impian sudah kalian rancang sebelum lulus dari bangku universitas. Salah satunya adalah dengan mencari referensi curriculum vitae atau CV dan resume agar kalian bisa memperoleh pekerjaan yang didambakan.

Memoles CV dan resume menjadi poin yang biasa kalian lakukan sebagai salah satu persiapan menyongsong pekerjaan beserta gaji yang sudah ada di anganan. Secara garis besar, baik CV dan resume sama-sama menggarisbawahi “nilai jual” kalian, yang mencakup riwayat pendidikan, latar belakang organisasi (jika ada), keahlian teknis (komputer, desain, dll) hingga pengalaman magang selama masih kuliah.

Walau tampak mengusung misi yang sama tersebut, terdapat perbedaan CV dan resume yang terkadang tidak disadari. Padahal hal ini cukup berpengaruh terhadap keberhasilan CV dan resume dalam menggaet hati calon atasan di masa depan. Lalu apa saja perbedaan CV dan resume tersebut? Mari disimak beberapa poin di bawah ini.

  1. CV lebih panjang, resume lebih ringkas

Jika diperhatikan, ada beberapa perusahaan yang meminta syarat berbeda bagi calon pelamar. Ada yang mempersyaratkan CV, ada pula yang meminta resume. Ternyata memang ada perbedaan CV dan resume yang membuat bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia atau SDM menginginkan CV atau resume.

CV biasanya lebih panjang, minimal dua halaman. Hal ini sebab CV memuat detil pengalaman, kualifikasi dan prestasi pelamar, terutama terkait pendidikannya. Kalian juga bisa mencantumkan kursus, pengalaman beroganisasi, riwayat magang, mengajar secara part-time jika memang ada. Selain itu, dalam CV kalian bisa memasukkan tempat dan tanggal lahir, alamat rumah tetap dan tempat tinggal sementara saat berkuliah jika diperlukan. Foto pun dapat dibubuhkan di dalam CV.

Sedangkan resume lebih ringkas, biasanya memuat poin seputar keterampilan, kualifikasi dan pendidikan pelamarnya. Dalam resume, pelamar sebaiknya memasukkan pecapaian atau pengalaman yang mendukung keahliannya dalam bidang tertentu. Sebagai contoh, jika kalian melamar sebagai web programmer maka masukkan program kursus atau project yang kalian kerjakan sambil kuliah. Karena sifatnya yang ringkas, resume biasanya pendek, bisa hanya satu halaman. Resume ini berfungsi memberitahu langsung dan lebih terarah kepada pihak SDM atau calon atasan mengenai kemampuan si pelamar.

Setelah mengetahui perbedaan CV dan resume yang paling penting ini semoga kamu tidak salah dalam memasukkan poin yang dibutuhkan dalam CV dan resume.

Baca juga: Kesalahan Sering Terjadi Dalam Membuat CV Dan Cara Membenarkannya

  1. CV dapat berupa template sementara, resume sangat dinamis perubahannya

Perbedaan CV dan resume yang kedua terkait dengan keluwesan kontennya. CV dapat kalian pakai untuk melamar ke berbagai bidang pekerjaan mengingat isinya yang kurang lebih sama. Bisa dibilang CV baru akan kalian perbaharui jika ada penambahan kursus yang kalian ikuti atau program magang kerja yang kalian ambil di sela-sela kesibukan kuliah. Hal ini berbeda dengan resume dimana kalian wajib memperbaharui atau mengganti kontennya mengikuti bidang kerja yang kalian ambil. Dalam hal ini, resume memang lebih dinamis perubahannya sedangkan CV cenderung tetap, kecuali ada penambahan seperti yang kami singgung sebelumnya.

Baca juga: Contek CV Yang Bikin Karyawan Ini Dipanggil Wawancara Di Google

Setelah mengetahui perbedaan CV dan resume, kapan kalian bisa menggunakan CV?

Pada dasarnya, menggunakan CV atau resume tergantung dari permintaan divisi SDM setiap perusahaan atau calon atasan yang kamu tuju. Asalkan kalian mengetahui perbedaan CV dan resume sebagaimana yang telah disebut di atas, kamu hanya menerapkannya saja ketika hendak melamar sebuah pekerjaan.

Sebagai informasi saja, CV terutama digunakan oleh perusahaan di Inggris, Irlandia, Eropa dan Selandia Baru. Bahkan di negara-negara tersebut, resume tidak digunakan sama sekali. Hal ini berbeda dengan Amerika Serikat dan Kanada dimana perusahaan di dua negara tersebut pada umumnya mempersyaratkan pengiriman resume ketimbang CV saat akan melamar pekerjaan tertentu.

Bagaimana di Indonesia?

Sama seperti halnya di negara Asia lainnya, perusahaan nasional sama-sama mengenal istilah CV dan resume. Jadi lebih baik siapkan contoh CV dan resume sebab akan ada kemungkinan kamu akan diminta untuk mengirimkan salah satunya. Selain Asia, Australia dan Afrika menjadi dua negara yang sama-sama menggunakan CV dan resume. Resume banyak diminta oleh perusahaan swasta sedangkan CV lebih sering dipersyaratkan untuk mengisi posisi layanan publik atau sektor pemerintah.

Sebagai seorang yang baru lulus, ada beberapa poin penting yang perlu dimasukkan ke dalam CV. Selain nama kursus, program keahlian dan pengalaman magang, kamu dapat pula menyebutkan project selama kuliah yang mendukung pekerjaan sebagai seorang profesional. Sebagai contoh, kamu bisa memasukkan project pengelolaan perpustakaan jika kemudian kamu melamar posisi sebagai pegawai kearsipan atau karyawan bidang administrasi.

Baca juga: Typo Pada Resume? Haruskah Dikirim Ulang?

Sementara dalam CV poin tersebut ditulis ringkas, dalam resume kamu lebih baik menjelaskan apa saja pekerjaan yang dilakukan selama project tersebut dan capaian yang sudah diraih. Menjelaskan hal ini dapat memberikan gambaran ke pihak SDM atau calon atasan mengenai keahlian kamu baik sebagai calon karyawan yang profesional mau pun sifat pribadi kamu yang dibutuhkan untuk mengisi posisi tersebut.

Demikian informasi terkait CV dan resume bagi yang baru pertama kali mencoba terjun di dunia profesional. Meski kamu masih baru jangan pernah minder ya. Bekali diri dengan banyak pengetahuan dan sampel tentang CV dan resume sebagai langkah awal yang efektif mendaratkan pekerjaan baru di tangan kamu nantinya.

Sudah siap untuk membuat CV dan resume versi kamu sendiri? Nah, jika sudah punya, langsung upload dan update CV atau resume kamu di Urbanhire. Setelah itu langsung sebar CV dan resume kamu untuk melamar ribuan lowongan di Urbanhire!