Urbanhire Jobseeker

Tanda-Tanda Bahwa Kamu Harus Berhenti Ketika Kerja Lembur

20

Aug 2018

Bekerja memang penting. Dengan bekerja, kita mendapatkan sejumlah gaji untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pekerjaan yang kita dapat juga menjadi bentuk prestasi tersendiri. Waktu bekerja yang sesuai standar yakni 7 – 8 jam per hari selama 5 hari kerja dalam satu minggu. Namun, terkadang tugas kerja yang begitu banyak membuat kamu harus bekerja ekstra atau dikenal juga dengan kerja lembur.

Kerja lembur memang diperlukan sesekali. Tetapi, tidak baik bila dilakukan secara berlebihan dan terus-menerus. Rutinitas kerja lembur dapat memberikan dampak negatif bagi diri sendiri. Terutama bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Mungkin saat ini kamu belum merasakannya. Namun, bila sudah parah nanti kamu baru sadar bahwa kerja lembur yang menjadi rutinitas kamu itu bukanlah pilihan yang tepat.

Jadi, sebelum terlambat, pahamilah tanda-tanda bahwa kamu harus berhenti ketika kerja lembur berikut ini.

Mulai Tertekan dan Stres

Ada beberapa pekerjaan yang mengharuskan karyawannya untuk tahan banting atau bisa bekerja dalam tekanan. Tekanan tersebut merupakan pengaruh dari tugas yang dibebankan. Biasanya seseorang begitu tertekan ketika baru memulai dalam pekerjaannya. Seiring waktu rasa tertekan tersebut sudah sepantasnya berkurang karena telah menjadi kebiasaan. Seperti kata pepatah, “orang bisa karena biasa”.

Namun, bila selama bekerja hingga saat ini kamu terus saja merasa tertekan dengan kadar yang sama. Bahkan lebih buruk. Maka jelas ada hal yang salah dalam pekerjaan kamu.

Kerja lembur adalah salah satu penyebab timbulnya rasa tertekan pada pelakunya. Apalagi jika sudah dituntut dengan deadline, maka kamu akan berusaha keras untuk menyelesaikan tugasmu tersebut. Hingga hal-hal lain yang sebenarnya tak kalah penting pun terlupakan karena kerja lembur.

Rasa tertekan yang menumpuk akan mengakibatkan timbulnya stres. Hal ini ditandai dengan perasaan gelisah, panik, tidak fokus dan pikiran kacau. Jika sudah demikian, kini saatnya kamu berhenti mengambil kerja lembur.

Kualitas Tidur Rendah

Tidur merupakan kebutuhan sehari-hari. Lelah setelah bekerja seharian dapat dihilangkan dengan tidur yang cukup. Waktu tidur yang baik ialah sekitar 6 – 8 jam per hari. Tidur berkualitas ditandai dengan tubuh menjadi segar, pikiran jernih dan timbul semangat ketika bangun.

Orang yang mengambil kerja lembur berisiko kehilangan waktu tidurnya. Alhasil, tidak mendapat tidur yang cukup. Kurang tidur dapat berakibat buruk. Di antaranya sakit badan, pusing, lemas, mengantuk dan lain-lain. Hal ini merupakan ciri khas kualitas tidur rendah.

Ingatlah bahwa sehat itu mahal harganya! Bahkan gaji kamu itu belum pasti bisa menjamin biaya untuk memiliki tubuh yang sehat. Jadi, sayangi tubuh kamu meski bagaimanapun kesibukan pekerjaanmu.

Bila kerja lembur telah menyita banyak waktumu hingga waktu tidurmu pun berkurang, maka sebaiknya sudahi saat ini juga!

Berkurangnya Daya Penglihatan

Indra penglihatan yakni mata merupakan anugerah-Nya yang harus kita jaga dengan baik. Beberapa orang harus mengenakan kacamata karena kemampuan penglihatannya yang mengalami kekurangan. Maka, bersyukurlah kamu yang masih memiliki mata sehat tanpa kacamata.

Penyebab berkurangnya kemampuan penglihatan bukan hanya dari genetik atau kekurangan, tetapi juga dari kebiasaan yang salah dalam kehidupan sehari-hari. Seperti, membaca dengan posisi yang salah, berada di depan layar monitor selama berjam-jam, fokus pada satu bidang contohnya mengemudi berlarut-larut dan lain sebagainya.

Kerja lembur yang kamu lakukan juga berpotensi mengurangi daya penglihatan kamu. Ketahuilah bahwa melihat tanpa kacamata jauh lebih menyenangkan ketimbang dengan kacamata. Selain itu, dengan berkacamata kebutuhan kamu pun akan semakin besar dimana kamu harus melakukan perawatan rutin terhadap kacamata yang kamu kenakan.

Berisiko Terkena Demensia

Demensia merupakan berkurangnya daya ingat, daya nalar dan kosa kata. Biasanya ini terjadi saat menginjak usia lanjut. Tapi, perlu kamu ketahui bahwa proses demensia ini bisa lebih cepat terjadi seiring dengan bertambahnya jam kerja seseorang.

Berdasarkan penelitian, mereka yang work oriented berisiko terkena demensia di usia muda. Wah, tentunya hal itu terdengar mengerikan bukan? Dan pastinya ingin kamu hindari.

Coba koreksi diri kamu saat ini terkait dengan jam kerja dan kemampuan otak kamu dalam berpikir, mengingat dan memahami sesuatu. Bila ternyata sudah tidak setajam dulu, maka kamu perlu berhati-hati dan berkonsultasi dengan pihak medis. Namun, tentu hal yang lebih dulu harus kamu lakukan ialah berhenti kerja lembur.

Kamu Tidak Memiliki Me Time

Waktu begitu berharga, begitu juga dengan dirimu. Ada kalanya kamu perlu bersantai, rileks tanpa aktivitas untuk memanjakan diri kamu sendiri. Dan ini juga perlu dilakukan secara rutin setiap hari. Bukan hanya di akhir pekan.

Survei membuktikan bahwa mereka yang sering kerja lembur tidak memiliki waktu untuk mengurus dirinya sendiri. Akibatnya penampilan menjadi tidak menarik, berantakan dan terkesan kacau. Bahkan yang lebih parah, kamu bisa jatuh sakit karena pola hidup yang tidak teratur. Di antaranya telat makan, jarang olahraga, banyak pikiran dan lain-lain.

Yuk, biasakan me time mulai dari sekarang!

Itulah tanda-tanda bahwa kamu harus berhenti ketika kerja lembur telah menjadi kebiasaan. Bekerja boleh saja, tetapi jangan berlebihan karena segala sesuatu yang berlebihan itu dapat memberikan efek negatif. Sayangi diri kamu walau bagaimanapun!

Lakukan setiap hal sesuai dengan porsi kemampuan kamu. Jangan melampaui batas! Jika pekerjaan kamu saat ini membuat kamu merasakan tanda-tanda di atas, terus menerus harus kerja lembur maka sebaiknya cobalah berpikirlah untuk mencari pekerjaan lain yang lebih baik melalui Urbanhire. Jangan lupa juga untuk melengkapi profil Urbanhire-mu supaya perusahaan yang kamu lamar dapat dengan mudah mendapatkan informasi lengkap tentang dirimu.