Jobseekers-Negosiasikan-Gaji-yang-Pantas-Kamu-Dapatkan

Urbanhire – Sulit rasanya mencari jawaban lain yang berkaitan dengan pertanyaan “apa alasan terbesar dan paling utama kita ketika hendak mencari pekerjaan”. Tak dapat dipungkiri bahwa alasan utama kita dalam mencari pekerjaan biasanya adalah mengharapkan penghasilan yang layak menurut kita pribadi. Kiranya sah-sah saja dan sangat wajar bila kita mencari kerja dengan alasan utama tersebut, hal ini dikarenakan berbagai kebutuhan yang harus kita penuhi sehari-harinya. Gaji dengan nominal yang dirasa cukup bagi kita terkadang terbentur dengan berbagai hal, sehingga tingkatan ideal atas gaji yang diingini  sangatlah relatif bagi setiap orang. Hal ini semakin dirasa berat bila status kita adalah newbie dalam dunia kerja. Akan tetapi, semua bukannya tak mungkin. Jika di awal kita mampu menunjukkan berbagai kualitas kita pada tahap negosiasi gaji, maka tentunya hal gaji yang pantas dapat kita wujudkan.

Sedikit mendalami kendala dalam hal negosiasi gaji bagi kita yang berstatus baru dalam dunia kerja, terutama ketika membahas nominal gaji yang akan kita terima, ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini menjadi suatu kondisi yang dilematis. Dari perspektif kita pribadi, suatu nominal barangkali menjadi suatu standar gaji tetap yang layak, sedangkan bagi pihak penawar gaji barangkali nilai tersebut masih kurang ideal. Yang sering terjadi, para calon pegawai akhirnya mau tak mau harus menyetujui penawaran gaji yang telah ditetapkan, sekalipun dari segi nominal kadang kala jauh dari nilai yang diharapkan. Namun, hal ini usah dirisaukan terlalu lama. Berikut ada beberapa hal yang bisa diterapkan guna mencapai keadaan yang kondusif tatkala kita berada dalam tahap negosiasi gaji.

Baca juga : 5 Langkah untuk Mendapatkan Kenaikan Gaji

Sebelum melakukan negosiasi gaji yang biasanya masuk ke dalam salah satu sesi wawancara kerja, adalah bijak bila kita sebagai calon pegawai  melakukan sedikit survey atau mencari informasi mengenai besaran dari standar gaji di perusahaan / tempat kerja yang dilamar. Untuk standar gaji, sebaiknya perhatikan besaran gaji yang dijadikan patokan untuk posisi yang dilamar, sembari mempertimbangkan pula besaran UMR atau Upah Minimum Regional di daerah tersebut. Kedua hal ini penting untuk diingat agar kita memiliki dasar untuk menentukan besaran gaji ideal yang kita inginkan dan ajukan kepada pihak perusahaan. Mengumpulkan informasi atau melakukan survey tersebut bisa melalui berbagai cara. Yang termudah tentu dengan cara browsing di internet atau juga menanyakan ke handai-taulan yang telah bekerja.

Hal selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah tampilkan kualitas dan deteminasi kita melalui penanaman rasa percaya diri. Alur wawancara tentunya akan mengarah ke perihal yang berkaitan dengan negosiasi gaji. Dari awal wawancara berlangsung, hendaknya semangat dan kualitas diri yang kita miliki semaksimal mungkin ditunjukkan. Tentunya hal ini dapat tercapai dengan ditunjang kepercayaan diri. Intinya di lapangan adalah selalu berikan jawaban pada setiap pertanyaan yang diajukan dengan tegas plus penuh keyakinan. Bila hal ini dilakukan semenjak awal wawancara, terkadang secara tidak disadari topik negosiasi kerja akan terus dibahas. Sebaliknya, jika dari awal telah ditemui kesulitan dalam “pertunjukan” tersebut, maka sesi gaji pun tidak akan sampai dibahas oleh pihak perusahaan. Yang patut digarisbawahi, percaya diri bukannya lebay atau berlebihan. Intinya Be Yourself!

Baca juga : Seni Negosiasi Gaji untuk Pekerjaan Pertama-mu

Untuk menunjang hal ini, masalah penampilan atau pakaian yang dikenakan cukup memberi sumbangsih berarti. Namun tak perlulah berpenampilan glamor atau bahkan sampai terkesan menor, tapi coba sesuaikan dengan posisi dan level dari posisi yang dilamar. Poin berikutnya berbanding lurus dengan poin-poin sebelumnya, yakni bawakan sikap se-profesional mungkin. Mindset yang melandasi adalah perusahaan yang akan dituju bukanlah sebuah lembaga yang bersifat sosial, akan tetapi lebih cenderung bersifat profit oriented. Saat sesi negosiasi gaji berlangsung, hindari kesan yang memelas atau meminta belas kasihan dengan menceritakan problema dan permasalahan hidup yang bersifat pribadi. Iba serta kasihan dimana pada akhirnya pihak perusahaan memberikan gaji yang tinggi sebaiknya menjadi strategi yang dibuang jauh-jauh. Sebaliknya, usahakan semaksimal mungkin untuk menonjolkan skill serta kompetensi yang pas dan dibutuhkan oleh posisi pekerjaan yang coba kita tempati. Perusahaan bukanlah solusi dari berbagai permasalahan hidup yang kita hadapi.

Sopan dan santun tetaplah selalu terjaga dalam sesi wawancara tersebut. Kesan baik tentunya dapat tercermin dari sikap dasar tersebut. Begitu juga saat telah memasuki sesi negosiasi gaji, hendaknya adab tersebut senantiasa tetap terjaga. Biarkan terlebih dahulu pihak perusahaan menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan gaji hingga tuntas. Sedangkan kita sebaiknya menunjukkan rasa respect kita. Salah satunya dengan tidak menyelanya, tunggulah hingga kita diberikan kesempatan untuk berbicara dan menyampaikan tanggapan berkaitan dengan hal tersebut. Tetaplah santun walaupun kesan kurang setuju hendak kita sampaikan terkait tawaran gaji yang masih dibawah ekspektasi kita. Usahakan untuk membawa arah negosiasi tersebut hingga hal-hal detail dengan mengungkapkan rasa terima kasih serta berbagai sisi menarik dari tawaran yang telah diajukan oleh pihak perusahaan.

Baca juga : Tips Anti Galau Meski Gaji Pas-Pasan

Menghindari penyebutan angka dalam nominal gaji, ungkapan kata “terserah” dan selalu mempertimbangkan faktor berbagai fasilitas di luar gaji yang disediakan perusahaan bagi karyawannya adalah hal-hal yang harus dilakukan saat sesi negosiasi gaji. Kesemua hal tersebut termasuk keahlian berkomunikasi. Ini semua dimaksudkan agar kita berhasil keluar dari “jebakan” pihak perusahaan pada masalah gaji. Ungkapan “terserah” yang harus dihindari bisa merefleksikan suatu penurunan kualitas di mata pihak perusahaan karena di pandangan perusahaan kita memiliki rasa percaya diri yang kurang. Fasilitas penunjang lainnya untuk pekerja pun adalah ranah yang bisa kita negosiasikan juga. Hal tersebut dilakukan tatkala standar gaji diperusahaan tersebut sulit untuk dibuat fleksibel sesuai keinginan kita. Demikianlah masalah seputar negosiasi gaji yang perlu kita ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat.

Jika kamu memang sedang mencari pekerjaan, cek situs www.urbanhire.com dan temukan pekerjaan impianmu. Jangan lupa juga untuk membuat akun Urbanhire dan lengkapi profil Urbanhire-mu supaya perusahaan dapat menemukan profilmu dengan mudah. Berdoa juga untuk hasil terbaik dari wawancara kerja yang dilakukan. Hal yang menjadi harapan bukan hanya Anda diterima di perusahaan yang baru, namun juga negosiasi gaji Anda berhasil dan mendapat angka terbaik.