Urbanhire Jobseeker

Menyiasati Bos yang Workaholik

23

Aug 2017

Teknologi membuat mencari lowongan kerja jadi lebih mudah. Segala hal tentang tempat kerja bisa kamu ketahui dengan mudah. Dari suasana dan kultur calon kantor, tipe orang-orang yang bekerja di sana, bahkan kisaran gaji dan apakah tempat tersebut direkomendasikan. Akan tetapi, ada satu hal yang baru akan kamu tahu saat sudah bekerja: sifat bosmu. Jika bos kamu workaholik, kemungkinan besar kamu harus siap-siap kerja lembur setiap hari, membawa pulang pekerjaan, bahkan tetap sibuk di hari libur!

Bos yang terlalu workaholik tidak hanya melelahkan, tetapi juga bisa merugikan perusahaan. Beban kerja berlebih bisa menimbulkan stres, membuat karyawan mudah sakit, dan bahkan menurunkan produktivitas. Jika kamu telanjur punya bos yang workaholik, ada beberapa trik ini untuk menyiasatinya.

Komunikasi Tegas Sejak Awal

Kamu mungkin takut atau ragu menjawab “Maaf, saya tidak bisa, karena…” ketika bosmu lagi-lagi menyuruh lembur. Akan tetapi, jika kamu tidak pernah menyampaikan keberatan sejak awal, bosmu akan selalu melihatmu sebagai orang yang bisa disuruh-suruh, walau beban kerjamu sudah berlebih. Dengan menyampaikan alasan yang dapat diterima dan disampaikan dengan sopan, pasti bos kamu akan mengerti. Bersikap Jujur akan lebih baik daripada bersikap pasif-agresif.  Kejujuran kamu akan mendapatkan respek dari bosmu.

Ubah Perspektifmu tentang “Produktivitas”

Terkadang, karyawan menerima saja beban kerja berlebih dari bos workaholik, karena mengira hal itu adalah tanda produktivitas. Padahal, produktivitas dilihat dari seberapa baik kamu menyelesaikan pekerjaan, bukan berapa banyak beban pekerjaan yang kamu ambil. Setiap kali kamu mendapat tugas baru, buat daftar prioritas pekerjaan berdasarkan tujuan tugas tersebut. Pastikan daftar tersebut bisa kamu selesaikan tepat waktu, tetapi tanpa mengorbankan waktu istirahat yang wajar. Jadwal yang teratur akan membantumu mengurangi beban kerja berlebih dan pastinya akan menjaga kualitas pekerjaanmu juga. Percuma saja kamu terlihat mengerjakan banyak hal namun ‘enggak ada yang beres’. Selalu utamakan kualitas.

Beri Saran Secara Tidak Langsung

Jika bosmu suka mengadakan rapat atau diskusi soal kinerja dengan karyawan, manfaatkan kesempatan itu untuk memberi saran soal beban kerja. Kamu bisa mulai dengan komentar/pertanyaan terbuka, seperti “Kira-kira bagaimana kita bisa meningkatkan produktivitas tim?” Dari sana, kamu bisa masuk pelan-pelan ke soal manajemen waktu dan beban kerja. Sampaikan pendapatmu dengan sopan, tegas, dan jangan lupa untuk tetap fokus pada kepentingan perusahaan atau tim, bukan dirimu sendiri. Toh pada akhirnya, semuanya untuk kebaikan tim dan perusahaan juga.

Apabila setelah semua sudah dilakukan, pada akhirnya kamu tetap tidak bisa lepas dari kungkungan bos workaholik dan sudah tidak tahan lagi, ada baiknya kamu mempertimbangkan untuk mencari pekerjaan baru. Saat ini, cari pekerjaan lebih mudah dan efisien dengan teknologi, sehingga kamu tidak perlu mengorbankan kesehatanmu karena kebanyakan bekerja. Ada ribuan lowongan menanti kamu di Urbanhire, siapa tahu salah satunya adalah karir impianmu.