Ada begitu banyak istilah dalam dunia karir. Salah satunya ialah Quarter Life Crisis. Apa itu Quarter Life Crisis? Lalu apakah hubungan Quarter Life Crisis dengan kehidupan seseorang?

Nah, berikut ini akan diulas mengenai Quarter Life Crisis secara terperinci agar mudah dipahami dan bisa menjadi referensi dalam mengarahkan hidup ke arah yang lebih baik.

Quarter Life Crisis?

Quarter Life Crisis merupakan kondisi krisis dan depresi yang dialami oleh seseorang ketika menginjak usia 25 tahun. Kekhawatiran muncul pada hal pekerjaan, kondisi keuangan, keluarga, hubungan asmara permasalahan hidup lainnya. Pada usia seperempat abad atau 25 tahun memang dianggap sebagai usia matang dimana seseorang diharapkan telah mencapai status mapan.

Siapakah Pelaku Quarter Life Crisis?

Fase Quarter Life Crisis ini dapat dialami oleh wanita maupun pria. Namun dalam hal ini, wanita lebih mudah terserang Quarter Life Crisis daripada pria, karena wanita lebih mengutamakan perasaan daripada logika. Mereka lebih mudah mengutarakan kegelisahannya pada orang-orang terdekat. Dari sini, kaum wanita akan memperoleh banyak dukungan dan nasihat yang dapat menguatkan dirinya agar tidak berlarut-larut dalam Quarter Life Crisis.

Sementara pria, mereka tidak mudah mengalaminya. Namun, menurut studi ketika mereka mengalaminya maka mereka akan sulit untuk keluar dari zona tersebut. Kaum pria membutuhkan dukungan yang lebih kuat untuk bisa bangkit dari Quarter Life Crisis.

Waktu Terjadinya Quarter Life Crisis

Quarter Life Crisis tidak selalu dialami ketika menginjak usia 25 tahun. Pada beberapa kasus, ada yang baru mengalaminya setelah memasuki usia 30 tahun. Sepertinya yang dinyatakan oleh Dokter Oliver Robinson dari University of Greenwich, London.

“Quarter life crisis don’t happen literally a quarter of the way through your life. They occur a quarter of your way through adulthood, in the period between 25 and 35, although they cluster around 30,”

Quarter Life Crisis memang erat kaitannya dengan proses pendewasaan. Usia tidak selalu berbanding lurus dengan kedewasaan seseorang. Seseorang dengan usia yang lebih tua tidak selalu lebih dewasa daripada mereka yang lebih muda. Kehidupan yang dijalani oleh seseorang merupakan suatu hal yang dapat menentukan tingkat kedewasaannya.

Mengapa Quarter Life Crisis Bisa Terjadi?

Timbulnya Quarter Life Crisis ini disebabkan oleh pengaruh lingkungan sekitar yang kemudian mendorong dirinya untuk terus-menerus memikirkan hal-hal dalam hidup sehingga timbullah kegelisahan dan rasa tertekan.

Pertanyaan yang dianggap ringan oleh sebagian orang, seperti “kapan wisuda? Kerja dimana? Kapan nikah? Usia segini kok belum mapan?” sebenarnya justru yang paling banyak memberatkan pikiran seseorang.

Stigma di masyarakat yang begitu beragam bisa menjadi tekanan yang menimbulkan rasa stres atau depresi bagi seseorang apabila diungkit terus-menerus. Sementara mereka yang bertanya demikian terkadang tidak berpikir dulu dan langsung mengutarakan pertanyaannya. Dan ini bisa sangat mempengaruhi kondisi psikis orang-orang ditanyai.

Target-target dalam hidup yang belum tercapai juga turut mempengaruhi timbulnya Quarter Life Crisis. Ketika sudah menginjak usia 25 tahun, sedangkan ada target yang belum tercapai maka timbul rasa tertekan untuk mengejarnya.

Fase dalam Quarter Life Crisis

Seseorang yang mengalami Quarter Life Crisis ini terbagi dalam beberapa fase, antara lain:

  1. Fase Pertama

Pada fase pertama, seseorang akan merasa terjebak dalam suatu kondisi, baik itu dalam pendidikan, pekerjaan, hubungan asmara atau ketiganya. Dia akan merasa berada di suatu keadaan yang begitu menjeratnya dan tidak mudah untuk keluar dari zona tersebut.

  1. Fase Kedua

Pada fase ini seseorang akan merasa dapat mengubah keadaan menjadi lebih baik. Ketika sadar akan posisinya yang rentan, dia akan berusaha keras untuk mengejar target dan mengubah segalanya menjadi lebih baik.

Berhati-hatilah dalam melangkah karena jika Anda gagal dalam fase ini, maka Anda akan kembali ke fase pertama. Bahkan bukan tidak mungkin dengan tingkat depresi yang lebih berat.

  1. Fase Ketiga

Pada fase ketiga muncul keinginan untuk memulai kehidupan yang baru. Hal ini terjadi saat seseorang berhasil mencapai satu target dalam hidupnya. Sebagai contoh, ketika seseorang berhasil meraih gelar Sarjana, maka akan timbul perasaan lega, bangga dan puas telah melewati fase perkuliahan. Hal ini tidak berlangsung lama, karena setelahnya dia akan merasa harus memupuk semangat lebih tinggi agar untuk mencari pekerjaan impian atau melanjutnya studinya ke jenjang yang lebih tinggi.

  1. Fase Keempat

Fase keempat merupakan fase timbulnya komitmen dalam diri terhadap pendidikan, pekerjaan atau hubungan asmara yang tengah dijalaninya. Pada fase ini, seseorang akan menunjukkan sosok orang muda yang siap menghadapi tantangan dan kehidupan yang baru dengan segala aktivitas dalam kehidupannya.

Cara Mengatasi Quarter Life Crisis

Pada dasarnya yang mengetahui bagaimana cara mengatasi Quarter Life Crisis ialah diri kita sendiri. Ketika kita mengalami suatu kegagalan dalam hidup, jangan lantas panik, resah dan galau berlarut-larut. Berusahalah untuk tetap tenang dan memikirkan segalanya dengan kepala dingin. Prioritaskan untuk mengerjakan hal-hal utama satu per satu, jangan langsung seluruhnya.

Mintalah nasihat atau arahan kepada orang-orang yang lebih berpengalaman dan bijaksana, seperti orang tua, kakak, dosen, sahabat dan lain-lain. Jangan mudah menyerah dan terus bersemangatlah!

Itulah beberapa hal mengenai Quarter Life Crisis dalam karir. Penting bagi Anda untuk mengetahuinya. Hal ini agar Anda bisa berusaha lebih giat meraih kesuksesan dan kematangan diri sebelum menginjak usia 25 tahun. Jika kamu ingin sukses, kejarlah suksesmu itu dengan mencari pekerjaan impian di Urbanhire. Jangan lupa untuk membuat akun Urbanhire dan lengkapi profil Urbanhire-mu terlebih dahulu supaya perusahaan impian dapat dengan mudah melihat profilmu.