Menulis curriculum vitae memang mudah, jika sang penyusun abai dengan metode untuk menarik perhatian. Namun, menyusun CV yang dapat menarik perhatian dari HR Recruitment tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Kesalahan dalam menyusun CV bahkan sering dilakukan oleh mereka yang telah berkarir selama bertahun-tahun. Kebanyakan dari mereka mengaku ingin mencoba pekerjaan baru di perusahaan yang lebih besar. Namun mereka tak kunjung mendapatkan panggilan wawancara di tempat yang mereka inginkan, karena kesalahan dalam menyertakan bagian terpenting di CV.

 

Jika saat ini Anda adalah salah satu dari mereka yang tengah berjuang untuk mendapatkan pekerjaan dengan cara melamar ke berbagai perusahaan, maka artikel ini dapat membantu Anda untuk menyusun CV yang dapat memberikan kemudahan bagi perekrut untuk mempertimbangkan Anda sebagai calon karyawan di perusahaan yang mereka wakili. Apa saja bagian terpenting yang dimaksud?

  • Data Relevan

Banyak orang tak paham data relevan yang seharusnya disertakan dalam sebuah curriculum vitae. Memang, sederet prestasi yang telah dicapai terasa ‘sayang’ untuk tak diperlihatkan kepada perekrut dalam perusahaan yang diminati. Tetapi, kecenderungan seperti ini justru akan membuat pihak perusahaan enggan membaca kelanjutan dari CV, karena terlalu panjang dan tidak menonjolkan prestasi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Perusahaan pertambangan tentu tidak memerlukan prestasi di bidang musik dari calon karyawannya, meskipun sang pelamar adalah lulusan teknik kimia, misalnya. Pengalaman yang mumpuni untuk mengisi lowongan adalah prioritas utama perekrut.

  • Referensi

Pastikan pihak yang tertulis di bagian ini adalah mereka yang terkait dengan lowongan pekerjaan yang akan diisi. Banyak pelamar menyertakan nama-nama senior yang mereka anggap menjadi ‘orang penting’ yang mereka kenal, meskipun nama-nama tersebut tidak memiliki keahlian sesuai lowongan yang ada.

  • Data Valid

Pelamar menganggap bahwa mereka dapat menyertakan banyak daftar pengalaman bekerja, keahlian dan juga daftar referensi, demi menimbulkan kesan bahwa mereka layak diterima. Ada kalanya, mereka justru hanya ‘copas‘ alias menyalin CV milik teman dan hanya mengganti biodata pribadi saja. Hal ini tentu tidak dibenarkan, bahkan dapat merugikan diri sendiri. Perekrut memiliki keahlian untuk dapat membaca karakter pelamar, serta telah menyiapkan pertanyaan yang terkait dengan kemampuan calon karyawan yang dibutuhkan perusahaan. Data tidak valid justru akan merugikan pelamar sendiri.

 

Peran CV Saat Melamar Online

Di era digital ini, keberadaaan situs penyedia lowongan pekerjaan sangat membantu banyak pelamar kerja yang tak perlu lagi mengirim lamaran via pos atau ekspedisi. Dengan Urbanhire, pelamar hanya perlu mengakses www.urbanhire.com dan mencari lowongan sesuai minat dan pengalaman, serta pelamar diharuskan untuk melengkapi profil Urbanhire dengan mengunggah CV.