Urbanhire – Ketika kamu baru lulus sekolah atau kuliah dan bingung mau kerja apa, sebaiknya persiapkan diri dulu untuk fase interview. Sebab, meski lolos tes tulis, banyak yang gagal dalam tes wawancara. Oleh karena itu, penting sekali mempersiapkan diri sebaik mungkin. Salah satunya dengan mempersiapkan hal atau barang ini ketika kamu dipanggil untuk wawancara.

Bawalah Pulpen atau Notepad

Begitu dipanggil untuk wawancara, sebaiknya jangan datang dengan tangan kosong. Bawalah pulpen ataupun notepad. Terlebih lagi karena kamu masih baru dalam hal ini. Tentu ada banyak pertanyaan dan pembahasan menarik sepanjang wawancara. Dengan membawa pulpen maupun notepad, hal-hal penting yang terjadi bisa kamu catat.

Ketika kamu baru saja dipanggil untuk wawancara, tingkat keberhasilannya hampir pasti di bawah 100%. Seorang calon karyawan terbaik selalu bisa mengambil hikmah atau belajar dari kesalahan di masa lalu. Salah satu caranya dengan mencatat pertanyaan serta kesalahan yang mungkin kamu buat ketika wawancara dilakukan.

Contoh Hasil Karya

Seorang fresh graduate tentu belum banyak memiliki portofolio atau hasil kerja nyata bersama klien. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan kalau kamu sudah memiliki hasil karya yang layak dipresentasikan ketika wawancara. Contoh hasil karya tersebut mungkin pernah kamu buat ketika masih berada di bangku kuliah atau sekolah.

Sebaiknya bawa saja. Siapa tahu ditanyakan. Misalnya kamu mau melamar kerja sebagai developer aplikasi. Minimal kamu sudah pernah bikin aplikasi yang berguna untuk kehidupan. Semakin bagus hasil karya kamu yang dibawa saat interview, kemungkinan diterima jadi lebih besar. Sebelum membawa, pilih yang menurut kamu terbaik.

Membawa Sertifikat Terkait Pekerjaan

Setiap pekerjaan yang kamu bidik pasti memiliki deskripsi dan ketentuan tersendiri. Masing-masing pekerjaan mensyaratkan hal yang berbeda. Jadi, tidak boleh disamakan. Jangan sampai ketika kamu dipanggil untuk proses wawancara, justru membawa barang atau item yang tidak berhubungan sama sekali.

Salah satu yang mesti kamu bawa saat wawancara adalah sertifikat. Tapi dengan catatan, bahwa sertifikat tersebut berkaitan erat dengan pekerjaan yang hendak kamu ambil. Misalnya kamu hendak melamar pekerjaan sebagai trainer Bahasa Inggris di suatu perusahaan. Tentu minimal sudah memiliki sertifikat yang menjamin, bahwa kamu sudah ahli di bidang itu.

Mencatat Alur Wawancara Secara Detail

Memang setiap wawancara itu disajikan dalam format yang berbeda. Tapi kalau dicermati, konsep maupun konteksnya tidak berbeda dengan wawancara-wawancara sebelumnya. Untuk itu, perlu sekali kepekaan tersendiri ketika kamu dipanggil untuk wawancara. Sebaiknya, kamu catat alur wawancara secara detail dan lengkap.

Untuk jaga-jaga jika nantinya kamu tidak diterima kerja. Kemudian, hasil catatan tersebut nantinya bisa kamu pelajari agar tidak gagal lagi ketika menghadapi tes wawancara berikutnya. Sebelum mencatat detail saat wawancara, sebaiknya minta izin dulu pada pewawancara. Kalaupun tidak boleh mencatat, tak apa. Setelah wawancara kan kamu masih bisa mencatatnya, bukan?

Baca Juga: Tarik Perhatian Rekruter dalam 6 Detik dengan CV Kamu!

Membuat Job Description Sebelum Wawancara

Meskipun masih berstatus sebagai fresh graduate, bukan berarti melakukan persiapan wawancara alakadarnya, bukan? Tetap harus profesional ketika menyikapi hal-hal terkait wawancara. Salah satunya dengan membuat job description persis sebelum berhadapan dengan HRD atau pihak pewawancara.

Dengan membuat job description, maka akan semakin yakin dengan pilihan pekerjaan yang dipilih sebelumnya sekaligus yakin bahwa kamu sudah memenuhi persyaratan. Usahakan datang lebih awal. Paling tidak 5-10 menit persis sebelum wawancara dimulai. Fokus saja pada diri sendiri. Abaikan kandidat karyawan lain yang biasanya terkesan mengintimidasi.

Fotokopi CV

Sudah bisa bikin CV, kan? Nah, sebelum interview, bawalah fotokopinya. Karena berkas aslinya harus diserahkan ke pewawancara di hari sebelum wawancara. Untuk jaga-jaga saja kalau pewawancara lupa dan justru menanyakan CV yang pernah kamu kirim. Bisa jadi “lupa” yang ia maksud merupakan bagian dari tes wawancara.

Jadi, sebagai kandidat karyawan terbaik, kamu harus bersikap proaktif dan memiliki banyak alternatif pemecahan masalah. Jangan sampai ketika pewawancara menanyakan CV, justru kamu bilang, “Bukankah kemarin sudah saya kirim?” Bisa jadi setelah itu, kamu tidak lolos ke tahap selanjutnya dengan pertanyaan-pertanyaan yang lebih prinsipil.

Baca Juga: Membuat CV Menarik Tanpa Pengalaman Kerja

Bawa Tas atau Folder Penyimpan Dokumen

Tas apa saja boleh kamu bawa kok. Asalkan tidak memberatkan diri sendiri. Pewawancara pada umumnya tidak hanya menilai dari jawaban demi jawaban yang kamu ungkapkan. Bisa jadi ia juga menilai dari penampilan kamu. Apakah terkesan rapi atau tidak. Terutama ketika pekerjaan yang kamu pilih berkaitan dengan pelayanan publik.

Mengikuti proses interview memang gampang-gampang susah. Tapi bukan berarti mustahil untuk ditembus. Dengan membawa tas, barang-barang yang kamu perlukan bisa dimasukkan ke dalamnya. Jadi, pewawancara akan menilai full dari gestur, tubuh, serta kerapianmu. Ingat tidak? Di lowongan pekerjaan, biasanya ada persyaratan “good looking”.

Menyiapkan Beberapa Pertanyaan

Proses wawancara kerja merupakan proses yang sangat kompleks. Soalnya tidak hanya mencakup tanya-jawab, tetapi juga penilaian terhadap kepribadian, sikap, serta kemampuan calon karyawan. Dalam wawancara, nantinya akan ada sesi ketika kamu diberi kesempatan bertanya oleh pewawancara.

Oleh karena itu penting sekali melakukan persiapan terkait hal tersebut di awal-awal. Harap perlu diingat, bahwa pertanyaan yang kamu ajukan harus relevan dengan pekerjaan serta berkualitas. Usahakan pula tanyakan hal-hal terkait dengan peran kerja yang akan kamu lakukan nantinya setelah berhasil diterima.

Baca Juga: Jangan Tanyakan Ini Saat Interview

Itulah beberapa hal atau barang yang perlu kamu siapkan sebelum interview dimulai. Dengan membawa hal atau barang tersebut, bisa jadi usai wawancara, kamu langsung diterima. Karena rata-rata dari penelitian, seorang fresh graduate itu kurang sigap dalam menyikapi wawancara kerja. Usahakan untuk selalu percaya diri sepanjang wawancara masih berlangsung, tunjukkan bahwa kamu lebih dari siap untuk jadi bagian dari perusahaan. Cari kerja? Coba cari di Urbanhire. Banyak lowongan yang terbuka dan menanti untuk kamu lamar! Sebelum melamar, jangan lupa untuk membuat akun Urbanhire dan lengkapi profilnya ya!