Urbanhire Jobseeker

Kesalahan Fresh Graduate Mengelola Keuangan

15

Jan 2020

Blog

Urbanhire – Keuangan merupakan sebuah hal yang cukup sensitif untuk semua orang, karena kebutuhan akan hidup semakin banyak dan mahal. Oleh karena itu setiap orang harus bekerja untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut. Seorang fresh graduate pun memiliki kebutuhan tersendiri. Oleh karena itu tak heran jika seorang fresh graduate yang baru saja mulai bekerja akan merasakan suatu perubahan pada pola hidup. Dimana yang dulunya masih seorang mahasiswa yang masih mendapatkan uang dari orang tua menjadi seorang pegawai yang sudah mendapatkan pendapatan sendiri untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun tak dapat dipungkiri jika seorang fresh graduate sering kali melakukan kesalahan dalam mengelola keuangan.

Bicara tentang kesalahan di dalam mengelola keuangan, ada beberapa alasan mengapa para fresh graduate cukup sering melakukan kesalahan tersebut. Salah satunya adalah merasa jika sudah bisa mencari uang sendiri. Sehingga nantinya bisa membeli semua hal yang diinginkan. Oleh karena itu karena tidak ada kontrol lagi, pengeluaran akan menjadi boros. Terutama jika hidup merantau dan gemar kuliner. Tentu saja uang dari hasil gaji digunakan untuk makan dengan selalu membelinya di luar. Untuk menghindari hidup boros, maka kamu harus tahu akan beberapa kesalahan yang sering kali dilakukan oleh para fresh graduate dalam mengelola penghasilan tersebut. Berikut beberapa di antaranya:

Baca juga: Baru Lulus Kuliah? Ini 5 Tips Negosiasi Gaji Untuk Fresh Graduate

1. Tidak Mempunyai Tabungan
Untuk kesalahan yang pertama yang cukup banyak dilakukan oleh para fresh graduate dalam mengelola keuangan adalah tidak mempunyai tabungan. Hal tersebut pada dasarnya dapat disebabkan pola hidup yang sebelumnya pada saat masih menjadi seorang mahasiswa. Mengingat saat masih menjadi mahasiswa semua kebutuhan ditanggung oleh orang tua, sehingga berapapun yang diberikan akan selalu habis.

Pada umumnya seorang mahasiswa di Indonesia merasa kesulitan untuk bisa menabung karena memang kondisi keuangannya yang dirasa tidak memungkinkan. Namun jika kamu sudah menjadi seorang pekerja atau karyawan, tentu saja kebiasaan boros dan tidak menabung tersebut harus dihindari. Kamu harus mengusahakan untuk bisa menyisihkan gaji yang kamu miliki untuk ditabung meskipun jumlahnya sedikit. Karena paling tidak nantinya masih ada sisa gaji yang dapat digunakan jika memang ada keperluan penting yang mendesak.

2. Hidup Terlalu Boros
Hidup boros juga menjadi salah satu alasan mengapa seorang fresh graduate salah dalam mengelola keuangan. Seorang fresh graduate yang memang baru saja mempunyai gaji, tentu saja akan mempunyai pola hidup yang konsumtif dan juga cukup tinggi. Terlebih lagi jika saat masih menjadi mahasiswa memiliki sifat boros. Sering kali gaji tersebut habis hanya untuk makan ataupun membeli berbagai barang yang kurang penting dalam waktu cukup singkat.

Hal ini sering kali dilakukan oleh para fresh graduate karena memang merasa sudah memiliki uang sendiri yang merupakan hak sendiri. Sehingga keinginan untuk konsumtif akan muncul. Perubahan dari pola hidup tersebut dapat muncul karena sebuah tekanan lingkungan yang telah berubah. Dimana dalam diri terkadang harus ada perubahan seperti tampil mapan atau mampu setelah bekerja, hal tersebut terkadang dapat memaksa dan menjadikan pengeluaran semakin boros.

3. Tidak Bijak Menggunakan Kartu Kredit
Mempunyai penghasilan sendiri tentu saja berarti sudah dapat memenuhi persyaratan awal untuk dapat membuat dan menggunakan kartu kredit. Namun terdapat suatu permasalahan yang bisa dibilang cukup fatal. Hal tersebut adalah kamu sering kali tidak tahu bagaimana caranya untuk menggunakan kartu kredit dengn bijak. Bahkan kadang jumlah dari pinjaman kredit yang dimiliki sudah melebihi kemampuan kamu untuk membayar. Dan hal tersebut tentu saja bukan merupakan suatu kondisi yang baik untuk seorang karyawan, terlebih fresh graduate. Akan jauh lebih baik jika kamu ingin membuat dan menggunakan kartu kredit, usahakan secara bijak dan tidak berlebihan. Sama seperti ATM, dimana disesuaikan dengan keperluannya saja terlebih dulu.

Baca juga: Berhasil Nabung Meski Gaji Kecil

4. Tidak Berinvestasi
Selain itu juga tidak melakukan langkah investasi, hal ini memang menjadi satu hal yang tidak dihiraukan oleh para fresh graduate. Karena merasa masih muda dan masih bisa mencari uang dengan giat, maka belum membutuhkan investasi. Padahal hal tersebut salah, justru selama masih muda dan semangat bekerja, sebaiknya lakukan investasi sebanyak – banyaknya. Agar di hari tua nantinya lebih sejahtera. Karena pada dasarnya investasi ini sendiri adalah proses untuk menambah nilai kekayaan yang dimiliki pada masa depan. Hal tersebut memang tidak mudah serta membutuhkan sebuah ketekunan dan niat. Seorang fresh graduate yang baru saja bekerja pada umumnya belum ingin berinvestasi karena masih ingin senang – senang.

Ada banyak sekali investasi yang dapat dicoba, misalnya emas, saham ataupun yang lain. Dengan memanfaatkan waktu selama masih bersemangat mencari uang untuk berinvestasi tentunya di hari tua akan lebih terjamin kehidupannya. Dan nantinya hanya tinggal menikmati hasil dari kerja keras kamu selama bekerja. Selain itu dengan berinvestasi nantinya akan membantumu untuk mengelola keuangan dengan lebih baik.

Itulah beberapa kesalahan yang sering kali terjadi yang dilakukan oleh para fresh graduate yang baru bekerja dalam mengelola uang. Sebenarnya jika sudah memiliki niat untuk belajar menabung nantinya dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk mengelola keuangan. Dengan demikian tidak akan terbuang percuma. Bahkan dapat membuat hidupmu lebih sejahtera di masa depan.

Buat UrbanGen yang baru saja lulus dan masih mencari pekerjaan, jangan lupa Cover Letter kamu juga harus menarik! Setelah itu yukkk cek sekarang juga berbagai lowongan pekerjaan di Urbanhire yang bisa kamu coba lamar UrbanGen. Yang sudah punya akun di urbanhire, pastikan profilmu sudah lengkap agar mempunyai peluang lebih banyak lagi untuk di lirik oleh perusahaan-perusahaan yang sedang mencari pekerja.