Urbanhire Jobseeker

Kenapa ya tidak dipanggil interview selanjutnya?

28

Aug 2019

Blog

Urbanhire – Tahapan dalam proses rekrutmen pekerjaan cukuplah panjang. Pada umumnya diawali dengan seleksi administrasi, seleksi tertulis kemudian interview atau wawancara bila lolos. Bagi kamu yang akan menghadapi interview kerja tentu merasa tegang dan waswas. Tenanglah, itu adalah hal yang wajar. Yang terpenting kamu sudah berusaha yang terbaik untuk mempersiapkannya.

Meski sudah mengusahakannya dengan sebaik mungkin. Kamu belum mendapatkan kabar lagi untuk mengikuti tahapan selanjutnya. Biasanya interview kedua. Kenapa? Mungkin beberapa hal di bawah ini penyebabnya.

Baca juga: 5 Tips Bahasa Tubuh yang Baik Saat Wawancara Kerja

1. Bukan Kualifikasi Perusahaan

Alasan paling logis saat gagal interview kerja ialah karena kamu tidak masuk dalam kualifikasi yang dicari oleh perusahaan. Meski dari segi seleksi administrasi dan/atau seleksi tertulis kamu cukup menjanjikan.

Ada baiknya kamu pertimbangkan secara matang terkait kualifikasi perusahaan yang tertera dalam info lowongan kerja. Jika sudah tahu ada persyaratan yang tidak sesuai dengan dirimu, maka jangan membuang waktu dan tenagamu untuk mencobanya. Berharap boleh, namun lihat dulu situasi dan kondisinya ya!

2. Tidak Menguasai Materi Wawancara

Saat akan menghadapi tahap interview, kamu harus mempersiapkannya dengan baik. Pelajarilah hal-hal terkait perusahaan tersebut dan posisi yang kamu lamar. Pahami dengan bahasamu sendiri, bukan hanya sekedar menghafal.

Ketidaksiapan atau kemampuan yang lemah akan terlihat dari luar saat kamu diwawancarai. Hal ini membuat pihak pewawancara tidak yakin untuk menerima kamu. Jika sudah demikian, maka kecil kemungkinan kamu akan dihubungi lagi untuk tahap selanjutnya.

3. Tidak Antusias Saat Menjawab Pertanyaan

Antusiasme ketika menghadapi suatu keadaan menunjukkan tingkat semangat yang kamu miliki. Saat wawancara, interviewer tentu menginginkan adanya antusiasme kamu saat menjawab satu demi satu pertanyaan. Jika ternyata kamu tidak semangat ketika diwawancarai atau malah menunjukkan sikap malas, maka kecil kemungkinan kamu akan dihubungi lagi untuk interview kedua.

Ada banyak alasan mengapa rasa antusiasme itu tidak muncul saat menghadapi seleksi wawancara. Beberapa di antaranya ialah profil perusahaan yang tidak sesuai dengan ekspektasi, persyaratan yang terlalu ribet atau berat, gaji yang terlalu kecil dan lain-lain. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencari informasi sedetail mungkin tentang perusahaan terkait agar kamu tidak kecewa.

Baca juga: Tips Wawancara Kerja untuk Si Introvert

4. Terlambat Datang

Kedisiplinan adalah hal yang dijunjung penuh oleh semua perusahaan. Tidak ada perusahaan yang ingin mempekerjakan karyawan yang malas, terlebih tidak mematuhi peraturan. Sikap disiplin juga menunjukkan tingkat loyalitas dari orang yang bersangkutan.

Kedisiplinan ini dapat dilihat mulai dari tahap rekrutmen kerja, yakni mematuhi deadline penerimaan berkas administrasi, datang tepat waktu saat wawancara dan berpakaian sopan serta rapi. Bila baru tahap wawancara saja kamu sudah datang terlambat, bisa jadi perusahaan akan berkesimpulan bahwa kamu orang yang tidak siap untuk disiplin kerja.

Hindari keterlambatan dengan survei lokasi wawancara pada hari-hari sebelumnya. Carilah rute atau jalan yang mudah diakses dan minim kemacetan. Perkirakan waktu tempuh agar tidak terlambat sampai di lokasi wawancara.

5. Terlalu Detail Saat Menanyakan Gaji dan Benefit

Walaupun tidak ada himbauan yang jelas, jangan dulu menanyakan soal gaji sebelum diutarakan langsung oleh pihak perusahaan. Apalagi secara berani menanyakan dengan detail terkait benefit yang dapat diberikan oleh perusahaan kepada pekerjanya.

Mengapa?

Hal tersebut dapat membuat pihak pewawancara berpikir bahwa kamu terlalu condong pada keuntungan yang diberikan oleh perusahaan, bukan pada kontribusi yang bisa kamu berikan pada perusahaan. Sebab perusahaan tentu mencari orang-orang yang siap berkontribusi penuh untuk keberhasilannya, bukan yang hanya fokus bekerja demi keuntungan pribadi.

Pada informasi lowongan kerja, biasanya beberapa perusahaan mencantumkan nominal gaji yang akan mereka berikan. Kamu bisa menjadikannya pertimbangan sebelum memasukkan berkas lamaran. Jika tidak ingin digaji dengan nominal yang rendah, maka carilah perusahaan yang menawarkan gaji minimal sesuai UMR atau Upah Minimum Regional.

6. Tidak Mengajukan Pertanyaan Saat Sesi Akhir Wawancara

Biasanya pihak pewawancara akan memberikanmu kesempatan bertanya pada sesi akhir wawancara. Bila kamu memilih untuk tidak mengambil kesempatan tersebut dengan tidak menanyakan sesuatu apapun, maka hal ini dapat memberikan persepsi bahwa kamu tidak begitu tertarik dengan perusahaan terkait.

Oleh karena itu, sebaiknya manfaatkanlah kesempatan tersebut dengan bertanya meskipun pertanyaan yang amat sederhana sekalipun. Bisa jadi itu menjadi poin plus untuk kamu bisa memasuki interview kedua. Hal itu juga menunjukkan bahwa kamu memiliki antusiasme pada perusahaan yang kamu lamar.

Baca juga: Hindari 5 Kesalahan Ini Saat Wawancara Kerja

7. Tidak Berpenampilan Rapi

Penampilan kamu pada saat interview akan memberikan kesan tertentu pada pihak interviewer. Jika penampilan kamu tidak rapi, misalnya baju kusut tidak disetrika, rambut berantakan, sepatu kotor dan lain-lain, maka akan mengurangi nilaimu saat interview.

Penampilan yang tidak rapi memberikan persepsi pada orang lain bahwa kamu tidak siap dan tidak menghargai kesempatan yang diberikan. Padahal di luar sana banyak orang yang berharap bisa ada di posisi yakni interview kerja. Jadi, perhatikanlah!

Gunakanlah pakaian yang pantas, bersih, rapi dan sopan saat mengikuti interview kerja. Kamu bisa mencari referensi terkait melalui internet, sosial media atau kerabatmu yang pernah mengikuti seleksi wawancara.  Tunjukkan pada perusahaan bahwa kamu merupakan kandidat terbaik untuk posisi yang kamu lamar tersebut.

Baca juga : Mau Pergi Wawancara Kerja? Lakukan Riset Dulu

Itulah alasan kenapa tidak dipanggil untuk interview selanjutnya setelah mengikuti interview yang pertama. Semoga mampu memberikan referensi dan wawasan untuk kamu agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ingatlah bahwa gagal bukan berarti berakhir, kamu harus yakin bahwa masih ada kesempatan yang lebih baik untuk kamu perjuangkan. Semangat! 

Semoga kamu bisa belajar dari kesalahan di atas saat wawancara pekerjaan, ya. Jangan lupa untuk tampil oke saat wawancara nanti!

Nah, sekarang kamu sudah siap untuk wawancara? Jangan lupa baca artikel-artikel lainnya seputar dunia kerja di sini. Bagi kamu yang masih cari-cari karir impian, cari aja di Urbanhire.