Urbanhire Jobseeker

Gen-Z, Belajarlah Kesalahan dari Generasi Millennials saat Bekerja

18

Dec 2019

Blog

Urbanhire – Menggambarkan karakteristik generasi pekerja kelahiran gen-z dan millennials terkadang dibutuhkan dalam sistem perekrutan.  Bagaimana tidak, para pekerja kelahiran generasi millenials dan generasi z tentunya memiliki image yang berbeda.  Perbedaan tersebut melingkupi tentang peristiwa dunia dan perubahan teknologi, ekonomi dan juga sosial. 

Tak hanya itu, bagaimana seseorang berinteraksi dengan siklus kehidupan dan proses penuaan membentuk pandangan seseorang tentang perubahan dunia, terutama dunia pekerjaan.  Jadi, cara bekerja para karyawan dari gen-z dan millennials pun menjadi faktor penting untuk bertahan di sebuah perusahaan tempat mereka bekerja.

Faktanya, para karyawan yang terlahir di zaman milenial, saat ini berusia antara 23 sampai 38 tahun (kelahiran tahun 1988-1996).  Sebaliknya, karyawan dengan kelahiran gen-z lahir pada tahun 1997 sampai sekarang.  Oleh karena itu, bagi kamu pencari kerja di tahun 2019 ini, yang terlahir di jaman gen-z, ada baiknya menghindari poin-poin berikut saat bekerja.  Beberapa poin tersebut pada intinya berupaya untuk tidak membuat kesalahan-kesalahan seperti para pekerja zaman millenials sebelumnya, khususnya di tempat kerja kamu nantinya.  6 poin tersebut diantaranya:

1.Cara Berkomunikasi Yang Kurang Tepat

Berkomunikasi secara efektif sesama karyawan maupun dengan pimpinan harus dijaga untuk memaksimalkan hubungan profesionalisme, baik secara lisan maupun tulisan.  Di kedua zaman pun, gen-z dan millennials sama-sama tumbuh dengan email dan social media.  Para millenials lebih memilih menulis pesan elektronik dengan SMS atau email daripada berbicara langsung atau lewat telepon kepada pimpinan dan juga rekan kerja mereka untuk masalah pekerjaan. 

Namun, hanya dengan berkomunikasi secara tulisan saja tidaklah efektif.  Karena dalam situasi tertentu, itu akan terasa canggung atau kurang sopan.  Jadi, jika kamu termasuk calon karyawan gen-z harus menyadari kapan waktu yang tepat untuk berkomunikasi yang baik dengan atasan dan juga rekan kerja, baik lisan maupun tulisan.

Kenyataannya, jika kamu mampu berkomunikasi langsung dengan pimpinan dan para rekan kerja, kamu dapat menciptakan relasi yang baik dan erat di tempat kerja.  Dengan memiliki hubungan berkomunikasi yang baik di tempat kerja, maka kekompakan akan terjalin dan masalah pekerjaan pun dapat terselesaikan dengan baik. 

Baca juga: Bangun Komunikasi dengan Atasan atau Senior

2.Mengabaikan Status Atasan Atau Para Seniornya

Menurut fakta yang ada, para pekerja di zaman milenial cenderung memiliki kepercayaan diri yang tinggi sehingga menganggap atasan atau para senior mereka biasa-biasa saja.  Dalam artian, mereka mengabaikan status para senior yang memiliki jabatan lebih tinggi dari mereka. 

Jika kamu merupakan penerus generasi baru, cobalah menghormati atasan atau rekan kerja kamu yang jabatannya lebih tinggi.  Karena semua butuh proses untuk meraih posisi yang lebih tinggi.  Jika kamu menghormati mereka para senior, tentunya mereka akan memberikan support supaya kamu bisa terus berkembang.  Selebihnya, dengarkan nasihat para senior kamu.  Tanggapi kritik mereka dengan terbuka dan jangan pernah bertindak seolah-olah kamu memiliki kemampuan lebih dari yang mereka miliki.

3.Mengekspos Informasi Dengan Berlebihan

Sebagian kaum millenials cenderung suka curhat atau menyombongkan diri di sosmed, khususnya di Facebook dan di jaringan sosial yang lainnya.  Sikap mereka yang diam-diam suka mengekspos informasi secara berlebihan sangat tidak sesuai norma dan etika dalam bekerja. 

Sebagai pekerja di zaman gen-z, ada baiknya kamu meminimalisir penggunaan sosmed untuk tempat curhat dan mengekspos kesalahan dalam pekerjaan dari perusahaan kamu sendiri.  Bila perlu,  pelajari cara menggunakannya dengan lebih baik dan seperlunya saja.  Jangan sampai perusahaan mendapat kesan buruk tentang kamu. 

4.Pulang Kerja Tepat Waktu atau Lebih Awal

Setelah bekerja 6-8 jam per hari, atau kadang lebih, tentunya seorang karyawan akan sangat menantikan jam pulang kerja.  Karyawan manapun yang tidak mempunyai keinginan untuk pulang dan berkumpul dengan keluarga ataupun teman-temannya setelah seharian bekerja.  Ini adalah keinginan yang wajar yang pastinya datang dari kedua zaman, gen-z dan millennials.

Namun, ada kalanya para generasi penerus z berusaha untuk tidak sering pulang kerja tepat waktu ataupun lebih awal.  Ini bisa memicu kekhawatiran atasan kamu mengenai semangat kerja kamu.  Sesekali, luangkanlah waktu 15 menit setelah clock-out untuk sekedar mengobrol santai tentang pekerjaan dengan atasan maupun rekan kerja kamu. 

Baca juga: Apakah “Micromanagement” Merupakan Hal yang Baik?

5.Menjadi Si Perfeksionis

Sebagian besar karakteristik dari pekerja zaman millenials bersikap perfeksionis.  Namun, menjadi si perfeksionis tidaklah selalu unggul.  Melainkan, si perfeksionis akan lebih banyak mengulur waktu deadline sebuah tugas untuk mendapatkan hasil yang paling sempurna, entah untuk mendapatkan pujian ataupun kepuasan pribadi.

Untuk kamu yang akan segera bekerja, terutama di zaman gen-z, ada baiknya untuk tidak bersikap terlalu perfeksionis.  Gunakanlah waktu dengan baik untuk menyelesaikan tugas tepat waktu.  Karena, selain segi kualitas pekerjaan, atasan kamu akan menilai kinerja kamu dari produktivitas dan juga efisiensi dalam penanganan sebuah tugas atau masalah pekerjaan. 

6.Tidak Menanggapi Tugas Dengan Serius

Satu lagi kesalahan dalam bekerja yang diturunkan oleh kaum millenials adalah tidak menanggapi tugas dengan serius.  Disini, kaum millenials cenderung menunda tugas yang diberikan dan melebihi deadline yang sudah ditentukan karena menganggap tugas tersebut terlalu enteng. 

Jadi, para pekerja di generasi baru ini, tanggapilah semua tugas yang diberikan dengan serius.  Usahakan untuk tidak mengecewakan atasan kamu dan selalu memberikan yang terbaik demi kepentingan perusahaan.

Nah, demikian 6 poin penting yang perlu kamu hindari dari kesalahan generasi millenials saat bekerja.  Intinya adalah menjadi pekerja generasi z yang lebih produktif dan mengesampingkan semua karakteristik generasi millenials.

UrbanGen, kalau kamu sudah merasa harus mendapatkan pekerjaan baru di perusahaan lain, saatnya kamu mencari pekerjaan melalui Urbanhire. Dengan profil yang lengkap (upload CV, foto terbaru, dan memasukkan pengalaman kerja), kamu memiliki peluang yang besar sekali untuk mendapatkan pekerjaan baru. Ayo buat profil di Urbanhire sekarang!