cita-cita

Menjadi dokter, suster, bahkan tentara kini tak lagi dianggap sebagai profesi populer bagi generasi muda. Berdasarkan survei dari LinkedIn, salah satu jaringan profesional terbesar di dunia, bekerja di industri Informasi teknologi (IT) dan keuangan menempati urutan pertama cita-cita orang muda.

Survei tersebut melibatkan 1,000 responden dari seluruh Indonesia, termasuk pelajar usia 16 – 23 dan profesional muda berusia 25 – 36 tahun yang memiliki pengalaman kerja lebih dari dua tahun. Survei yang digelar mulai dari Juni hingga Juli 2017 tersebut menunjukkan bahwa pekerjan dokter, polisi, tentara, guru, serta dosen adalah impian masa kecil para profesional muda.

Namun, hanya 13 persen profesional muda yang bekerja sesuai impiannya. Sisanya (58 persen) tidak sesuai cita-cita dan 29 persen bekerja di bidang yang berkaitan.

“Evolusi pekerjaan impian dari masa ke masa menandakan perubahan ketertarikan dan keinginan terhadap kemampuan dan keterampilan baru, seperti contoh kemampuan bidang IT dan finansial yang semakin dibutuhkan saat ini,” Linda Lee, Head of Communications, Southeast Asia and North Asia LinkedIn dalam rilis yang diterima Kompas Lifestyle

Adapun menjadi pengusaha dan ilmuwan adalah mimpi yang dimiliki lintas generasi, karena baik pelajar dan profesional muda sama-sama menganggapnya favorit.

Pergeseran popularitas sebuah profesi dapat didorong oleh semangat dan inspirasi. “Hampir setengah dari seluruh pelajar menyatakan bahwa mereka memiliki minat besar terhadap pekerjaan impian tersebut dan hal tersebut memiliki arti yang spesial bagi mereka,” demikian menurut laporan survei itu.

Selain itu, lebih dari 30 persen pelajar menyatakan bahwa seseorang atau sesuatu telah menginspirasi mereka sehingga mencita-citakan sebuah pekerjaan.

Adapun kepercayaan diri orang muda saat ini meningkat karena 94 persen merasa didukung penuh oleh orang tua. Tak hanya itu, 89 persen pelajar memiliki kepercayaan diri untuk mampu meraih impian mereka.

Namun, ada hambatan bagi para pelajar meraih impian mereka. Sebanyak 51 persen pelajar menyebut hambatan pada akses finansial, 28 persen mengaku hambatan pada akses jaringan yang tepat.

Selain itu, hanya delapan persen yang mengatakan bahwa akses pendidikan merupakan tantangan besar. Sisanya, karena orangtua tak mendukung.

Survei itu juga menyimpulkan bahwa fakta itu dapat menandakan lebih terbukanya akses ke pendidikan, sehingga mempermudah mereka mendapatkan ilmu untuk mengejar pekerjaan impian.

Sumber: KompasKarier

Punya cita-cita untuk bekerja di bidang IT dan keuangan? Urbanhire adalah jawabannya! Buruan temukan pekerjaan impianmu di Urbanhire!