Browse Category

Career Advice

Apakah Kamu Orang yang Teliti?

Apakah Kamu Orang yang Teliti? 

Dalam dunia kerja, ketelitian atau attention to details adalah suatu kemampuan yang sangat penting namun tidak semua orang memilikinya. Tapi jangan khawatir, kemampuan ini bisa dilatih kok. Coba cek dulu di sini seberapa telitinya sih kamu?

Ini dia triknya untuk meningkatkan ketelitian kamu:
1. Buat sebuah daftar atau checklist
Apabila kamu termasuk orang yang sibuk dengan banyaknya tugas, buatlah daftar kegiatan atau checklist untuk kegiatan kamu. Apabila kamu telah sukses menyelesaikannya kamu bisa mencoretnya dari daftar itu. Kamu bisa lakukan ini setiap hari atau seminggu sekali. Untuk hal-hal yang belum sempat kamu kerjakan, jangan lupa untuk memasukkannya kembali ke dalam daftar kamu keesokan hari atau minggu depannya ya.

2. Atur waktumu secara efektif
Dengan adanya daftar kegiatan kamu, tentunya kamu memiliki estimasi berapa lama tugas-tugas tersebut dapat kamu kerjakan. Agar dapat mengatur jadwal secara lebih efektif, kamu dapat menyisihkan waktu khusus untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut. Waktu khusus diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi.

3. Jauhkan gangguan dari lingkunganmu
Mulai dari teman-teman kantor yang sedang riuh ngobrol di sekitarmu, bos yang kerap menanyakan hal-hal langsung di meja sampai ponsel yang tidak berhenti berdenting dengan pesan WhatsApp. Kesemuanya ini dapat memecah konsentrasi dan mengakibatkan kamu tidak dapat fokus pada pekerjaan yang sedang dilakukan. Jauhi situasi yang dapat membuat konsentrasi kamu terganggu untuk mendapatkan ketelitian yang maksimal.

4. Jangan multi-tasking
Terutama bagi kaum perempuan yang konon katanya lebih jago dalam hal multi-tasking, jangan lakukan hal ini apabila kamu ingin mengerjakan sesuatu dengan teliti. Mungkin kamu pikir multi-tasking adalah cara yang baik agar pekerjaan cepat selesai. Namun, dengan mengerjakan banyak hal sekaligus, kamu tidak dapat berkonsentrasi penuh pada satu hal saja. Ini dapat mengakibatkan kamu tidak teliti dalam mengerjakannya.

5. Take a break!
Walaupun kerjaan sedang banyak-banyaknya, luangkan sedikit waktu untuk istirahat secara berkala agar kualitas kerjaan kamu tetap terjaga. Ambil waktu 10-15 menit untuk merenggangkan tubuh, beli jajanan di minimarket, bikin kopi dulu di pantry ataupun kegiatan lainnya di luar dari pekerjaan kamu. Kemampuan mental kamu akan ter-recharge dengan sendirinya dan kamu akan dapat memeriksa pekerjaan kamu dengan lebih teliti lagi.

Nah, tidak saja kamu harus teliti dalam bekerja, tapi kamu juga harus teliti dalam mencari kerja. Coba cek lagi CV kamu, apakah ada kesalahan-kesalahan penulisan yang bikin kamu terlihat tidak teliti? Kalau sudah sempurana, jangan lupa upload CV kamu ke dalam profile Urbanhire kamu ya!

 

Cari Kerja Semudah Membalikkan Telapak Tangan

Selama ini, banyak orang yang mengeluh kalau cari kerja itu sulit. Karenanya, banyak orang yang menganggur bertahun-tahun setelah lulus dari kuliah. Mencoba melamar ke sana ke mari pun sudah. Mungkin, mereka belum tahu rahasianya supaya mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Buat kamu yang penasaran, langsung saja baca bahasannya di bawah ini.

1. Orang-orang yang banyak mendapatkan panggilan pekerjaan percaya kalau apply lowongan secara online lebih efektif dan efisien daripada membawa CV langsung bertemu dengan HRD. Di era yang serba digital ini, proses HR juga sudah semakin canggih.  Melamar pekerjaan online seperti di Urbanhire memungkinkan kamu untuk mengetahui apakah aplikasimu setidaknya sudah dibaca oleh HR yang besangkutan atau belum. Canggih ya!

2. Pakailah kaca mata. Mungkin terdengar sepele dan lucu. Tapi delapan dari 10 orang yang melamar kerja menggunakan kaca mata dan diterima perusahaan untuk bekerja di sana.

3.  Walaupun kemeja dan dasi enggak menentukan hasil akhir wawancara, tapi setidaknya berpakaian formal akan meninggalkan first impression yang baik untuk pewawancara. Namun apabila kamu tau pasti kultur perusahaannya adalah casual dan santai, jeans dan kemeja pun tak apa-apa. Tapi daripada salah, lebih baik overdressed daripada underdressed.

4. Perusahaan cuma peduli dengan kualitas dalam CV. Percuma saja apabila kamu banyak pengalaman namun tidak dapat menuangkannya ke dalam CV. Jadi pastikan CV kamu mudah dibaca dan gampang dimengerti.

CV yang bagus

5. Jangan bangga ketika kamu melamar di perusahaan besar dengan ratusan karyawan yang bekerja di sana. Bayangkan, ada 1200 karyawan dan kamu akan menjadi karyawan yang ke 1201. Bagaimana caranya kamu bisa berkembang? Tidak ada salahnya memilih perusahaan yang hanya memiliki 20-30 karyawan. Jadi jangan terfokus kepada perusahaan-perusahaan, lebih baik pelajari lebih jauh lagi kultur perusahaan dan kesempatan pengembangan diri yang ditawarkan.  Di Urbanhire kamu bisa lihat dulu kultur perusahaan melalu Career Page mereka loh!

6. Link atau jaringan pertemanan mungkin terdengar klise. Tapi ternyata jaringan memiliki peranan penting dan berpengaruh besar. Atasanmu enggak akan lagi buang-buang waktu untuk melihat kinerjamu selama beberapa hari. Tinggal tanyakan saja pada teman yang merekomendasikanmu. Dan pertemanan mempercepatmu untuk mendapatkan pekerjaan.

7. Banyak orang yang tetap membawa cover letter ketika datang langsung ke kantor untuk wawancara. Cover letter harusnya menyertai aplikasi kamu ketika kamu apply ke lowongan tersebut.  Ketika kamu membawa CV dan cover letter, kamu cuma bikin dirimu terlihat lebih bodoh di depan orang yang akan mewawancaraimu.

Nah, dengan melakukan ketujuh cara di atas, kesempatanmu untuk di-hire pasti lebih besar beberapa persen. Tapi jangan lupa untuk mempersiapkan mental dan CV yang bagus agar mereka langsung mengangkatmu menjadi karyawan.

Kalau kamu masih mencari-cari yang pas, cari di Urbanhire untuk mendapatkan karir impianmu!

Bercerita melalui Media di Pekan Komunikasi 2017

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah pola konsumsi audiens terhadap media, dari pasif menjadi aktif. Hal ini membuat berbagai media, baik lama maupun baru, menggunakan cerita dalam mengemas pesan yang ingin disampaikan kepada audiens, atau disebut transmedia storytelling.

Hampir seluruh industri berlomba untuk mengemas pesan dalam cerita yang menarik dan menggunakan berbagai platform media agar dapat mengikutsertakan audiens. Fenomena ini memungkinkan budaya di seluruh dunia bertemu dan berinteraksi sehingga membuat budaya lokal Indonesia kurang mendapatkan perhatian masyarakat.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia mengadakan acara Pekan Komunikasi 2017. Pekan Komunikasi 2017 hadir dengan tema ‘Tell-a-Tale’. Tema ini diharapkan dapat mengajak peserta untuk merumuskan pesan yang ingin disampaikan, yaitu mengangkat budaya lokal Indonesia, dalam sebuah cerita yang kreatif dan inovatif di beberapa bidang komunikasi.

Pekan Komunikasi 2017 memiliki empat mata acara, yaitu Creabo, PR Vaganza, Adwar, dan Journalight. Keempat mata acara ini memiliki tema masing-masing yang lebih spesifik, juga memiliki empat kegiatan: lomba, kunjungan, lokakarya, seminar.

Lomba-lomba dari keempat mata acara ini dibuka tanggal 23 Januari – 23 Maret 2017. Dari seluruh peserta yang mendaftar dan karya yang dikumpulkan, akan dipilih finalis yang wajib mempresentasikan karyanya dan mengikuti rangkaian kegiatan Pekan Komunikasi 2017.

Namun, tidak hanya peserta, kamu juga bisa mengikuti lokakarya dan seminar yang terbuka untuk umum dan diadakan tanggal 17-21 April 2017 di Universitas Indonesia, Depok. Pekan Komunikasi 2017 menunggu partisipasimu!

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Pekan Komunikasi 2017 di:

LINE: @uck2557z

Instagram: @pekankomunikasi

Twitter: @pekankomunikasi

Facebook: Pekan Komunikasi UI

Website: pekankomunikasi.org

motivasi bekerja

Apa sih motivasi bekerjamu?

Tahukah kamu jika di Indonesia terdapat lebih dari 150 juta jiwa yang bekerja dan aktif dalam membangun perekonomian? Oke, kali ini kita tidak akan membahas perekonomian pekerja di Indonesia, tapi apa sih motivasibekerja orang Indonesia, hingga total pekerjanya mencapai lebih dari 150 juta jiwa?

  1.    Mendapatkan gaji

“You lived not for money, but without money you can’t live.”

Sepertinya pepatah modern di atas menohok banget buat seluruh pencari rejeki di Indonesia. Makin ke sini, terkadang hadir sifat “materialistis” apakah pekerjaan kita sesuai dengan gaji yang diberikan oleh perusahaan, dan beragam bonus lainnya.

Selain itu, motivasi tertinggi yang membuat seseorang semangat kerja dan dapat gaji ialah demi melunasi cicilan rumah / mobil, biaya jalan – jalan, atau biaya sehari – hari. Negatifnya, dengan motivasi seperti ini kamu hanya akan bekerja tanpa passion, hanya untuk menyelesaikan tugas dan menunggu akhir bulan datang.

  1.    Naik Jabatan

Semua pekerja tentu ingin jenjang karir yang lebih tinggi dari sebelumnya. Motivasi seperti ini akan memicu kamu untuk bekerja lebih baik bahkan melebihi job description karena motivasi ini memaksamu untuk bersaing dengan rekan kerja untuk mencapai jabatan yang lebih tinggi. Dengan naik jabatan, kamu belajar untuk memegang tanggung jawab yang lebih besar, mengelola anggaran, memimpin tim, dan meningkatkan skill komunikasi.

Setidaknya jika kamu belum mendapatkan kesempatan naik jabatan di perusahaan sekarang, keterampilan dan perilaku kerja yang kamu bangun akan meningkatkan produktivitas yang berguna di perusahaan lain jika kamu memutuskan untuk pindah.

  1.    Tantangan dan pengalaman

Bekerja juga memberikan pengalaman baru bagimu, terutama untuk para lulusan baru (fresh graduate), intern, atau karyawan kontrak. Kamu menyukai tantangan dan pengalaman baru. Karena menurutmu, semua tantangan yang kamu hadapi itu akan berubah menjadi bekal pengalaman untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di kantor impian nanti. Kalau kamu sedang mencari batu loncatan ataupun lagi mencari kantor impian jangan lupa cari nya di sini ya.

  1.    Berkarya (Sekaligus Beribadah)

Mungkin motivasi ini yang terdengar paling indah di antara semua yang telah dituliskan di atas. Pekerja seperti ini bukan tipikal money-oriented yang bekerja untuk menerima gaji, mereka mengutamakan menyelesaikan pekerjaan dengan sepenuh hati demi kemajuan perusahaan. Selain itu, kadang ada rasa bersalah (bahkan merasa berdosa) jika melakukan kesalahan – kesalahan sepele karena bagi mereka bekerja juga kegiatan beribadah ; ibadah untuk menafkahi diri sendiri ataupun keluarga dengan uang halal.

Di antara seluruh motivasi bekerja di atas, kamu termasuk yang mana?

Urbanhire Blog

#AskUrbanhire: Sulitkah mencari pekerjaan diatas umur 30?

Pertanyaan yang masuk ke #AskUrbanhire minggu ini gampang-gampang sulit.

Kenapa saat kita beumur di atas 30 atau 35 ke atas sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang di inginkan padahal sudah ada pengalaman kerja yang cukup ?

Apakah benar mencari pekerjaan di umur 30-an lebih sulit? Ya dan tidak.

  1. Kamu lebih pemilih

Dengan banyaknya pengalaman yang kamu miliki, kamu pasti akan lebih hati-hati memilih pekerjaanmu berikutnya. Kamu akan memastikan bahwa job description sesuai dengan apa yang kamu ingin kerjakan, kamu khawatir apakah bos dan rekan kerjamu asik, apakah gaji dan benefit yang ditawarkan sesuai dengan standardmu.

Gaya hidup kamu hedon? Pasti kamu akan memilih pekerjaan dengan gaji yang tinggi. Atau, kamu demen banget travelling keliling Indonesia dan dunia? Kamu akan mencari pekerjaan dengan jumlah cuti yang banyak. Mungkin kamu lebih suka kebebasan dalam bekerja? Perusahaan yang mengijinkan work from home bisa jadi perusahaan yang ideal untuk kamu.

2. Kamu sudah punya prioritas

Di umur 20-an, mungkin tidak banyak yang dipertimbangkan pada saat bekerja. Semakin bertambahnya umur, pasti sudah ada beberapa tanggung jawab yang kamu pikul. Bagi yang sudah berkeluarga, kamu akan memastikan bahwa kamu dapat menghidupi keluarga. Bagi kamu yang masih single, paling tidak penghasilan kamu cukup untuk membayar tagihan bulanan dan membiayai gaya hidup kamu ya. Kamu akan mencari pekerjaan yang dapat sejalan dengan prioritas di kehidupan kamu saat ini. Hal ini bisa menjadikan kamu merasa bahwa mendapat pekerjaan yang diinginkan lebih sulit.

3. Kamu ingin ‘banting setir’

Selama ini kamu bekerja di suatu bidang dan sekarang ingin ‘banting setir’ ke bidang yang lain. Apabila ini yang kamu lakukan, carilah cara agar modal karir atau career capital yang dikumpulkan ini tidak menjadi sia-sia.“Modal Karir” adalah sebuah metafora, seperti bongkahan emas yang kamu dapatkan selama bertahun-tahun  membangun keahlian, pengalaman, koneksi, dan reputasi.

Mencari pekerjaan di usia berapapun memang ada tantangannya tersendiri, jadi jangan cepat menyerah! Baca tips-tips di Urbanhire untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam mencari pekerjaan yang baru dan jangan lupa untuk memasang job alert Urbanhire agar kamu tidak ketinggalan info karir impian kamu!

Urbanhire blog - Ditolak setelah interview

Ditolak Setelah Interview? Kamu Pasti Bertanya-tanya Hal Ini

Ngomongin soal interview, banyak banget nih di antara kalian yang bertanya-tanya, apa sih hal – hal yang bisa membuat kita ditolak oleh rekruter perusahaan idaman, padahal waktu interview semuanya baik – baik saja, smooth, bahkan lebih banyak ngobrol santai dan sharing pengalaman dengan interviewer.

Gak selalu kamu ditolak setelah tahap interview karena kamu yang kurang qualified atau kamu yang gak sesuai ekspektasi mereka. Berdasarkan hasil diskusi dengan tim ahli Urbanhire, berikut alasan kenapa kamu bisa ditolak setelah interview :

  1. Chemistry-nya kurang dapet!”

“Duh, ini acara reality show atau interview sih, nyebut – nyebut Chemistry segala.”

Eits, tunggu dulu! Saat interviewer ingin melihat kemampuan yang kamu punya (dan yang kamu tuliskan di CV, untuk membuktikan kebenarannya), mereka akan memberikan studi kasus dalam berbagai bentuk yang dialami perusahaan dan kamu diminta untuk memaparkan permasalahan, penyelesaian, dan strateginya. Jika hal yang kamu paparkan belum “ngena” ke visi misi perusahaan, mohon maaf, kesempatanmu untuk lolos tahap interview sangat kecil, walaupun kamu sudah cukup baik dalam menunjukkan kemampuan.

  1. “Kamu lebih pantas untuk yang lain.”

Ini bukan adegan dua sejoli yang kandas perjalanan cintanya ya! Secara umum, kamu dianggap overqualified untuk posisi yang kamu lamar di perusahaan impianmu.

“Lho, bukannya bagus ya kalau kualitas diri melebihi ekspektasi?”

Yap, memang bagus, banyak perusahaan yang tidak segan merekrut karyawan overqualified jika mereka siap memberikan tugas yang sesuai dengan kualifikasinya karena dianggap akan memajukan kinerja divisinya kelak. Tak sedikit juga yang ditolak karena kemampuanmu yang melebihi karyawan senior di kantor ; bisa menimbulkan intrik dan rasa iri oleh rekan lain, atau kamu akan cepat bosan karena merasa tidak tertantang dengan tugas yang diberikan.

  1.       “Kemahalan.”

First impression ke interviewer? Lancar.
Menjawab pertanyaan dengan lancar? Tentu.
Melontarkan pertanyaan cerdas dan kritis? Sudah ditunaikan.
Sukses membuat interviewer terkesan? Pastinya!
Percaya diri pasti lolos? Otomatis!
Ekspektasi gaji yang kamu harapkan? > Gaji para C-Level

Selalu lakukan riset tentang kisaran gaji di pasaran untuk posisi yang kamu inginkan dan rata – rata gaji yang diberikan oleh perusahaan impianmu berapa, karena salah sebut angka bisa membuat rekruter berpikir ulang untuk langsung meloloskanmu. Jadi, jangan malas untuk mencari informasi ya.

Kamu tidak perlu memandang kegagalan di interview sebagai kegagalan permanen, karena tidak pernah ada yang tahu apa yang akan terjadi selama proses ini berlangsung. Jika kamu tidak mendapat panggilan ke tahap selanjutnya setelah interview atau sudah mendapatkan penolakan, hal pertama yang wajib kamu lakukan adalah : buka Urbanhire.com dan cari pekerjaan impianmu & baca terus info update dari blog ini ya!