Urbanhire Jobseeker

Bekerja di Startup atau Korporasi Besar?

12

Jul 2016

Belakangan ini perusahaan rintisan (startup) cukup booming di Indonesia. Tidak seperti di masa 10 tahun lalu ketika bibit-bibit startup di Indonesia mulai tumbuh, startup di masa sekarang ini berani menawarkan paket yang tidak kalah menarik bagi karyawannya dibanding dengan korporasi yang sudah ada. Beberapa bahkan berani membayar lebih besar.

Karena gembar-gembor startup ini juga ramai di media populer, maka tidak heran banyak juga fresh graduate yang sekarang lebih memilih bekerja di startup ketimbang bekerja di korporasi besar yang sudah punya nama besar. Beberapa alasannya:

  1. Banyak yang menceritakan jika kantor-kantor startup itu lebih menyenangkan, fleksibel, dan seru -tidak seperti di korporasi besar yang katanya membosankan.
  2. Bekerja di startup itu memberi kita lebih banyak tantangan dan memberikan ruang berkreasi lebih besar.
  3. Di startup birokrasi sangat minimalis, keputusan bisa cepat diambil, tanpa perlu birokrasi bertele-tele seperti di perusahaan besar
  4. Isinya banyak anak muda.
  5. Tempat belajar untuk bekal nanti membangun startup sendiri
  6. Paket remunerasi yang menggiurkan

Namun, sama seperti apapun yang ditulis di media, pada kenyataannya tidak semuanya persis sama seperti itu. Termasuk untuk pilihan berkarir di startup. Bekerja di startup maupun di korporasi besar mempunya plus minus masing-masing, termasuk resikonya.

Jika mengacu pada poin-poin di atas, semuanya menjadi relatif.

1. Bekerja di startup menyenangkan dan fleksibel.
Bekerja di korporasi besar pun bisa menyenangkan dan fleksibel. Karena begitu besarnya sebuah korporasi, di dalamnya pun ada banyak pilihan posisi. Ada saja posisi yang terlihat tidak menyenangkan bagi seseorang, tetapi sebaliknya bagi orang lain. Fleksibilitas pun sangat tergantung pada posisi yang dipegang. Di startup, bisa datang siang (tetapi pulang lebih malam) mungkin berarti fleksibel bagi seseorang. Tetapi di korporasi besar, kepastian bisa pulang tidak lebih dari pukul 5.30 mungkin berarti fleksibel. Kepastian waktu ini penting bagi seseorang yang mungkin sambil melanjutkan sekolahnya, atau mungkin sambil membangun startupnya.

2. Bekerja di startup memberi banyak tantangan dan ruang kreasi.
Di korporasi besar pun, jika berada di posisi yang sesuai, ini bisa didapatkan. Perbedaannya justru mungkin lebih signifikan. Bayangkan Anda bekerja di sebuah tim sebagai Petroleum Engineer yang menganalisa cadangan minyak se-Indonesia dan data ini akan dijadikan acuan rencana pengembangan energi Indonesia hingga 20 tahun ke depan. Atau Anda bekerja di tim IT sebuah perusahaan Consumer Goods yang merancang rute pergerakan logistik semua truk perusahaan ini se-Indoesia.

3. Birokrasi yang minimalis.
Ya betul, di korporasi besar memang sebagian besar keputusan dilakukan dengan birokrasi yang panjang. Tetapi ini bukan tanpa alasan. Sebuah keputusan kecil yang salah, bisa berakibat fatal bagi sebuah korporasi besar. Namun perlu diingat ada juga beberapa korporasi besar yang menerapkan birokrasi yang minimalis, setidaknya di unit-unit tertentu di perusahaannya.

4. Isinya banyak anak muda.
Lagi-lagi, di korporasi besar, ini sangat bergantung di tim mana seorang karyawan berada. Untuk tim yang mengurusi kampanye pemasaran (marketing campaign), dan corporate affairs, kemungkinan besar akan berisi anak muda. Hei, jangan lupa korporasi besar juga biasanya memiliki program Management Trainee. Program ini biasanya ditujukan untuk fresh graduate dengan maksimum 1 tahun pengalaman kerja, jadi bisa dipastikan isinya juga banyak anak muda.

5. Tempat belajar untuk bekal nanti membangun startup.
Di startup memang ada kelebihan yang susah ditemui di dunia korporasi. “Growth Hacking” misalnya. Walaupun ada beberapa korporasi besar yang melakukan ini, tetapi jumlahnya masih sangat sedikit, terlebih di Indonesia. Tetapi bukan berarti tidak ada hal lain yang bisa dipelajari di korporasi besar. Startup yang menyasar ke pasar enterprise akan sangat terbantu jika pendirinya punya pengetahuan dan pengalaman langsung di dunia enterprise.

6. Paket remunerasi yang menggiurkan.
Berbicara remunerasi, maka semua faktor harus diperhitungkan. Mungkin gaji pokoknya di sebuah startup lebih besar, tetapi apakah berbagai tunjangan, fasilitas asuransi dan lain-lainnya juga sudah diperhitungkan? Selain itu, banyak korporasi besar yang menyediakan fasilitas melanjutkan pendidikan ke tingkat lanjut di luar negeri, atau setidaknya pelatihan-pelatihan (training) yang juga bermanfaat.

Dengan berbagai uraian di atas, bukan berarti bekerja di korporasi besar pasti lebih baik daripada bekerja di startup. Semua kembali kepada tujuan pribadi masing-masing. Apalagi untuk posisi karyawan, semua sangat tergantung apa posisi pekerjaan Anda, siapa atasan Anda, dan bagaimana lingkungan kerja Anda. Pertimbangkanlah dengan bijak.

Sudah punya pilihan mau kerja di Startup atau Korporasi Besar?? Cari karir impian kamu di Urbanhire.com Ada ribuan lowongan untuk Startup maupub perusahaan korporasi.