Urbanhire Jobseeker

Bagaimana Cara Menghubungkan Profesi dengan Tujuan Hidup

21

Mar 2018

Ditulis oleh: Ali Abidin (Chieff of Organizational Happiness dari Insight Out)

Ketika kamu mencoba untuk menggapai tujuan hidupmu (life purpose), kamu sebenarnya masih dalam kesalahpahaman mengenai tujuan hidupmu itu sendiri. Dalam tulisan ini, kamu akan mempelajari bahwa profesi bukanlah tujuan hidupmu.

Jika kamu belum mengetahui bahwa profesi dengan tujuan hidup adalah sesuatu yang berbeda, lanjutkan membaca artikel ini. Jika kamu sudah tahu, lanjutkan membaca dan pelajari alasannya.

Beberapa kali ketika saya bertanya kepada orang-orang mengenai apa yang menjadi tujuan hidup mereka. Jawaban dari mereka berkisar dari profesi seperti pengusaha, pilot, penulis, dokter, sutradara, arsitek, dan lainnya.

Profesimu bukanlah tujuan hidupmu.

Professions are just tools or methods which you can choose – and create – to live your purpose.

For example, my life purpose is enabling people to discover and live their purpose. But is that also my profession? Definitely not! I have many professions: I’m a facilitator, a CEO, a writer, I make educational videos, a coach….and that’s just for now.

Sebagai contoh, tujuan hidup saya adalah untuk memungkinkan orang menemukan dan menjalankan tujuan mereka. Tapi apakah itu adalah profesi saya? Tentu bukan! Saya memiliki banyak profesi: facilitator, CEO, penulis, saya juga membuat video edukasi, pelatih, dan itu hanya untuk saat ini.

Mengapa ‘hanya untuk saat ini’? Karena masih banyak profesi lainnya yang belum kita ketahui ataupun belum ditemukan.

Profesi akan datang dan pergi. Akan ada yang baru dan tentu akan ada yang menghilang. 300 tahun yang lalu tidah ada astronot ataupun social media specialist. 20 tahun yang lalu, tidak ada youtuber ataupun vlogger. Di sisi lain pekerjaan seperti pemotong es atau operator telepon umum akan menghilang karena digantikan kulkas dan teknoogi komunikasi lainnya. Dan tidak ada yang tahu 5-10 tahun dari sekarang.

Lihatlah orang yang memiliki tujuan hidup untuk menyembuhkan kanker supaya mereka bisa hidup dengan sehat kembali. Apa profesi mereka? Tidak selalu sebagai dokter. Orang tersebut dapat menjadi peneliti atau bisa menjadi keduanya, atau mungkin juga profesi lain yang dapat mendukung tujuannya tersebut.

Bayngkan jika kamu menggunakan profesimu sebagai tujuan hidupmu. Kamu seperti membuat tembok dan Batasan untuk dirimu sendiri. Jangan sampai kamu terjebak dan melanjutkannya dengan cara yang salah.

Mari saya ulang, profesi dengan tujuan hidup adalah sesuatu yang berbeda, profesi juga bukanlah metode atau alat untuk memenuhi tujuan hidup.

Never limit your life purpose with a single profession. When you do, you are limiting your own potential as an individual.

Untuk menemukan tujuan hidupmu dan mencocokkannya dengan profesimu, ikutilah Acara ‘1000 Orang Kebelet Hidup” yang diadakan oleh I’m On My Way. Di acara tersebut kamu akan belajar untuk menemukan tujuan hidup dan arah karir yang tepat. Ikuti kuisnya di Instagram @urbanhire.id untuk mendapatkan tiket VIP senilai Rp 2.500.000,- untuk 10 pemenang!

Sumber: Artikel Ali Abidin di LinkedIn