Urbanhire_BLOG-5-Trik-Agar-Cuti-Kerja-Kamu-Dapat-Diterima-Atasan-

Urbanhire – Apa itu cuti kerja? Apakah kamu pernah mengalami atau merasakannya? Jika pernah, berarti kamu seorang karyawan, pegawai, buruh, atau apapun sebutannya yang bekerja di sebuah kantor ataupun perusahaan tertentu, baik milik pemerintah maupun swasta. Sebagai seorang karyawan, kamu mempunyai beberapa hak yang masih berkaitan dengan pekerjaan yang dilakukannya. Salah satu hak karyawan, yaitu mendapatkan cuti atau libur gratis dari perusahaan tempatnya bekerja. Tentu saja ada aturan mainnya tersendiri yang sudah ditetapkan oleh pihak perusahaan, seperti jumlah hari cuti dan lain sebagainya. Karyawan yang ingin mengajukan cuti juga harus memperhatikan cara dan triknya agar bisa diterima oleh atasan. Pasalnya, pengajuan cuti dengan alasan yang kurang masuk akal pasti akan ditolak oleh manajemen perusahaan, dalam hal ini bagian HRD atau sumber daya manusia.

Baca juga : 6 Tanda Kamu Harus Segera Cuti

Lalu, apa saja trik mengajukan cuti kerja agar bisa tembus dan diterima oleh atasan? Untuk mengetahui lebih jelasnya, silakan membaca uraian berikut yang semoga bermanfaat.

1. Menentukan timing yang tepat

Cuti kerja tetap bisa direncanakan dan diatur sesuai kebutuhan karyawan masing-masing. Karyawan yang mendapatkan hak cuti biasanya sudah berstatus tetap dengan waktu kerja lebih dari satu tahun. Kebutuhan akan cuti bisa disesuaikan dengan kebutuhannya sendiri. Misalnya, karyawan mengajukan cuti untuk mendampingi istrinya yang akan segera melahirkan. Contoh lainnya, yaitu mengajukan cuti karena akan melangsungkan pernikahan. Cuti-cuti dengan alasan semacam itu bisa dicari waktunya yang tepat. Dengan begitu, pekerjaannya di kantor bisa diselesaikan dan tidak terbengkalai saat ditinggal cuti nanti. Pasalnya, pihak perusahaan tentu juga mensyaratkan karyawannya yang ingin mengambil cuti bagian pekerjaannya harus tetap ditangani. Entah oleh karyawan lain atau diselesaikan urusannya sendiri oleh karyawan yang bersangkutan.

2. Menunggu pekerjaan sedang sedikit

Tidak setiap hari pekerjaan di sebuah kantor atau pekerjaan selalu menumpuk. Ada waktunya pekerjaan tinggal sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali. Hal itu dikarenakan sedang tutup buku, menunggu job lainnya, atau yang lainnya. Nah, saat pekerjaan sedang sedikit itulah kamu dapat mengajukan cuti kerja kepada atasan. Pihak atasan kamu tentu akan berpikir semua pekerjaan aman jika ditinggal beberapa karyawannya untuk cuti. Lagipula, cuti merupakan hak setiap karyawan yang sudah diatur dalam tata tertib perusahaan. Dengan begitu, cuti yang kamu ajukan bisa segera di-ACC atau ditandatangani oleh atasan. Silakan kamu menentukan sendiri kapan di perusahaan tempat kerjanya pekerjaan sedang sedikit. Lalu, kamu bisa merencanakan menyusun dan mengajukan cutinya dengan alasan yang masuk akal. Percuma kamu mengajukan cuti pada waktu di kantor pekerjaan sedang sedikit, tetapi alasan cutinya tidak masuk akal. Atasan pasti tetap akan menolaknya.

Baca juga : 7 Cara Balikin Semangat Kerja Setelah Libur Lebaran

3. Bertemu atasan di waktu yang tepat

Kamu yang sudah cukup lama bekerja di sebuah kantor atau perusahaan tempat bekerja sehari-hari, tentu mengetahui tabiat atau perilaku atasan. Dimana seorang bos atau atasan bisa sedang dalam suasana hati senang atau sebaliknya. Kamu yang ingin mengajukan cuti kerja harus bisa menentukan waktu bertemu atasan saat dia dalam kondisi suasana hati senang. Sementara itu, suasana hati senang tersebut bisa disebabkan oleh banyak hal. Misalnya, sedang berulang tahun, proyeknya berhasil, masalah pekerjaan bisa diselesaikan tuntas, jatuh cinta, atau yang lainnya. Pada saat suasana hatinya senang dan berbunga-bunga itulah, kamu bisa masuk dan bertemu dengannya. Tujuannya untuk mengajukan surat cuti yang memang harus ditandatangani oleh atasan. kamu tetap ditanyai oleh atasan dan harus dijawab dengan benar. Akhirnya, surat cuti tersebut ditandatangani dan kamu juga merasa senang.

4. Alasan cuti yang masuk akal

Sudah disinggung di atas bahwa setiap karyawan yang mengajukan cuti kerja harus mempunyai alasan masuk akal hingga harus mengambilnya. Jika ternyata tidak masuk akal, pasti pihak atasan tak mau menandatangani surat cutinya. Bahkan, bukan tidak mungkin Anda sebagai karyawan yang mengajukan cuti tersebut diinterogasi dan kena marah habis-habisan. Jangan sampai hal tersebut terjadi. Oleh karena itu, mengambil cuti tetap harus berdasarkan pada alasan yang masuk akal. Jangan membuat alasan yang terkesan dibuat-buat sendiri, penipuan, atau mencari keuntungan saja. Hal itu hanya akan membatmasalah bagi Anda di kemudian hari.Jika benar-benar butuh cuti dengan alasan masuk akal, segera ajukan karena pasti atasan kamu menerimanya. Namun jika tak butuh cuti dan masih bingung mencari alasannya, lebih baik tak perlu mengambil cutinya.

Baca juga : Motivasi Kerja dengan Wisata

5. Tidak mengambil cuti berdekatan dengan cuti karyawan lain

Terkadang di kantor atau perusahaan beberapa karyawan mengkompakkan diri mengambil cuti kerja dalam waktu yang berdekatan. Mungkin hanya terpaut beberapa hari satu atau satu minggu. Entah apa alasan yang dikemukakan, tetapi pasti ada rencana terselubung dari semua karyawan yang mengajukan cuti tersebut. Meskipun kenyataannya, tidak ada rencana atau maksud tertentu karena memang bertepatan saja berdekatan waktu mengambil cutinya. Pihak manajemen atau atasan yang mengetahuinya tentu tidak tinggal diam. Atasan akan menanyai secara detail karena berpikiran macam-macam. Pada akhirnya, atasan tidak akan menandatangani surat pengajuan cutinya. Oleh karena itu, kamu jangan mengajukan cuti yang waktunya berdekatan dengan cuti karyawan lain. Kamu bisa berkomunikasi dengan pihak HRD untuk mengetahui kepastiannya.

Itulah beberapa trik untuk mengajukan cuti kerja agar diterima dan disetujui oleh atasan. Apapun alasannya, cuti merupakan salah satu hak karyawan yang harus didapatkannya. Tentu saja dengan aturan main yang sudah diberlakukan. Maka dari itu, jangan ragu untuk mengajukannya jika benar-benar membutuhkannya.

So buat kamu yang baru mulai bekerja di suatu perusahaan, harus ditanyakan terlebih dahulu secara jelas kapankah kamu bisa mulai mendapatkan jatah cutimu. Apakah baru dapat cuti setelah 1 tahun bekerja, atau setelah selesai masa percobaan. Lalu atur pengambilan cuti mu dengan bijaksana.

Buat kamu-kamu yang masih berjuang mencari pekerjaan impian yang sesuai dengan keinginanmu, lihat sekarang di Urbanhire, banyak sekali perusahaan terbaik yang dapat kamu temukan! Buat akun Urbanhire-mu sekarang, lengakapi dan dapatkan kemudahan melamar pekerjaan ke lebih dari puluhan ribu lowongan pekerjaan yang pastinya ok banget!