Urbanhire – Dalam dunia kerja, loyalitas seorang karyawan adalah hal yang paling diinginkan oleh serang bos akan tetapi kenyamanan adalah yang yang paling dinginkan oleh karyawan. Semua bersaing sampai terkadang saling menjatuhkan agar mendapatkan perhatian atau pujian dari pimpinan atau bos. Merasa nyaman dalam melakukan pekerjaan bisa didapat jika mempunyai bos yang baik dan memahami setiap keluhan karyawannya. Jika seorang bos bisa memantau para pegawainya secara langsung dan berbuat adil pada mereka maka tidak akan sulit untuk mendapatkan karyawan yang mempunyai loyalitas tinggi dalam menjalankan pekerjaan mereka.

Menjadi seorang bos dalam perusahaan merupakan sebuah tanggung jawab yang besar. Selain tantangan untuk menjadi orang yang dapat dipercaya dan menjadi panutan para karyawannya, bos juga pasti mendapatkan kendala yang harus diselesaikan. Loyalitas karyawan akan muncul jika Anda mampu menjadi bos yang baik. Karyawan akan selalu meningkatkan kinerja mereka tanpa harus disuruh.

Karakter seorang bos memang berpengaruh dengan kinerja karyawan. Seorang bos seharusnya menugaskan karyawan dan membuat keputusan penting. Akan tetapi karyawan lebih bersemangat untuk bekerja dan bisa tetap loyal pada perusahaan jika mempunyai bos yang juga sangat peduli pada mereka. Menjadi bos berarti Anda bertanggung jawab atas tim dalam perusahaan termasuk karyawan Anda. Menjadi seorang bos berarti mampu mempengaruhi orang lain untuk membuat mereka menjadi lebih baik. Seseorang bos harus memimpin bawahannya dengan contoh, memiliki visi dan tetap berkomitmen untuk tujuannya.

Jika Anda ingin menjadi bos yang baik, Anda harus menjadi pemimpin yang baik karena menjadi bos yang dipercaya karyawan dalam arti lain panutan karyawan akan lebih sulit daripada mencari karyawan baru. Persepsi masing-masing orang tentang kriteria seorang bos idaman mungkin tidak sama. Namun secara umum, seseorang akan bisa menjadi bos idaman bila melakukan 5 hal berikut.

  1. Peduli

Para karyawan ingin merasa dipedulikan oleh atasannya. Ambillah waktu untuk berbincang dengan karyawan, seperti menanyakan kabar liburan, memberi ucapan atas kelulusan anak, atau apa pun yang menunjukkan Anda punya ketertarikan terhadap hidup orang tersebut di luar kantor. Cobalah untuk peduli atas kehidupan karyawan, meski bukan berarti menjadi orang yang seperti punya keingintahuan berlebihan. Ketika Anda menyediakan waktu untuk menunjukkan bahwa Anda peduli terhadap mereka, dalam bentuk apa pun, mereka akan menjadi lebih bahagia, lebih mau terlibat dalam pekerjaan, dan lebih produktif. Karyawan yang tahu bahwa atasannya tertarik untuk mengerti kehidupan karyawannya akan mencoba untuk membalas kesetiaan.

Baca juga: Leader VS Bos

  1. Apresiatif

Para karyawan ingin upayanya dihargai. Bos yang mencoba untuk memberikan pujian atas tugas yang berhasil diselesaikan dengan baik menunjukkan bahwa dirinya adalah orang yang suka memperhatikan dan tak pelit pujian bila memang ada yang harus diberikan apresiasi. Memberikan pujian atau apresiasi bisa membuat para karyawan lebih termotivasi untuk meningkatkan kinerja mereka. Apresiasi yang biasanya diinginkan oleh kayawan seperti kenaikan gaji atau bonus akhir tahun atau THR.

  1. Tidak Pelit

Banyak karyawan yang enggan untuk “loyal” terlalu lama pada perusahaan karena mempunyai bos yang pelit baik dalam hal memberikan pujian, mengeluarkan biaya untuk proyek, atau membagikan bonus untuk karyawan. Padahal para bos terkadang punya alasan kenapa begitu “hati-hati” dalam mengeluarkan budget. Bisa jadi karena kondisi keuangan perusahaan yang belum stabil, atau baru saja melakukan investasi, atau malah karena efisiensi alias penghematan. Hal yang paling sensitif bagi karyawan adalah masalah gaji. Setelah sekian bulan atau tahun karyawan bekerja, selalu lakukan review untuk menyesuaikan gaji dengan prestasi. Jangan sampai karyawan yang berprestasi bergaji sama dengan karyawan yang lebih suka malas-malasan. Kenaikan gaji yang Anda berikan bagi karyawan berprestasi akan membuat karyawan lain lebih bersemangat. Tentu saja ini harus sesuai kebijakan dan budget perusahaan. Anda juga harus menekankan kepada karyawan yang mendapat kenaikan gaji untuk mempertahankan prestasi dan kinerjanya.

Baca juga: Kamu adalah Bosnya, Bukan Teman

  1. Delegasikan dengan bijak

Kunci keberhasilan kepemimpinan adalah belajar mendelegasikan secara efektif baik tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas dan wewenang yang diperlukan untuk menyelesaikan sesuatu. Banyak bos merasa bahwa mereka perlu mengendalikan setiap hal kecil yang dilakukan karyawan mereka. Hal itu akan membuat pegawai tidak nyaman karena merasa kurang dipercaya sama bos. Ketika Anda mendelegasikan pekerjaan kepada karyawan, Anda melipatgandakan jumlah pekerjaan yang dapat Anda selesaikan saat Anda mengembangkan kepercayaan diri, kepemimpinan dan keterampilan kerja karyawan Anda.

  1. Bertanggung Jawab dan Dapat Dipercaya   

Setiap bos pasti ingin menjadi panutan semua karyawannya. Perlu Anda tahu bahwa untuk menjadi bos yang baik dan dihormati oleh karyawan bukanlah hal yang mudah. Pemimpin yang baik harus memiliki jiwa yang mampu dan terlatih untuk mengontrol sifat setiap anggota per individunya untuk mencapai tujuan serta membawa visi-misi kelompoknya ke arah yang tepat. Agar bos dapat memberikan arahan serta masukan sehingga pesan yang disampaikan jelas diterima oleh para pegawainya maka harus menjadi seseorang yang memiliki sifat dapat dipercaya dan tanggung jawab lebih di dalam hidupnya. Anda harus berani menanggung apa pun hasil akhir dari segala keputusan yang telah diambilnya dan juga menjadi sosok yang bisa dipercaya oleh pegawainya. Anda juga harus memikirkan dampak positif dan dampak negatifnya. Itu sebabnya para pemimpin selalu punya pertimbangan yang matang untuk memutuskan sesuatu. Disinilah Anda sebagai pemimpin diuji dalam pertanggung jawabannya.

Baca juga: Menyiasati Bos yang Workaholik

Ingin menjadi bos di perusahaan impianmu? Lamar sekarang di Urbanhire! Buat akun Urbanhire dan lengkapi profilnya untuk menemukan perusahaan impianmu ya!